NOFITA RUSDIANAN DEWI
094284227
MEMILIH
SUBYEK DAN MENEMUKAN INFORMASI MENGENAINYA
A.
Pemilihan Subyek
Dalam tahapan memilih subyek,
seorang peneliti hanya perlu menanyakan empat pertanyaan, diantaranya : yang bersifat geografis, yang bersifat biografis, yang bersifat
kronologis,
dan yang bersifat fungsional.
B.
Mengurangi
Ruang Lingkup suatu subyek
Apabila bahan-bahan yang
diperoleh terlalu banyak, maka seorang peneliti dapat mengurangi : Wilayah geografisnya, Jumlah orang, Jangkauan dan jenis kegiatan
manusia yang tersangkut.
C.
Memperluas ruang
lingkup subyek.
Penelitian
sejarah berusaha mencari sumber-sumber informasi yang baru atau belum dipakai,
atau mencari interpretasi baru mengenai suatu subyek.
D. Limitasi Terhadap
Pemilihan
Subyek
Sejarawan bertanggung jawab untuk menghindarkan
ketergantungan yang terlalu besar kepada pengarang-pengarang lain, dengan kata
lain untuk memberikan sumbangan orisinil kepada studi
sejarah
E. Kompleksnya Studi Komparatif
Kesukaran-kesukaran
teknis terkadang lebih besar
jika yang dipilih adalah subyek dalam bidang sejarah komparatif. Studi komparatif yang lebih abstrak secara perbandingan
bersifat kompleks. Sebaiknya para peneliti pemula menghindarkan masalah-masalah
seperti itu atau masalah-masalah tersebut harus dipecahkan.
F. Alat Bantu Untuk Memilih Subyek
Bertujuan untuk mengetahui apakah bidang
penelitian yang meliputi subyeknya sudah digali secara mendalam apa belum, sehingga tidak banyak kans baginya
untuk menyatakan sesuatu yang baru
atau berbeda.
G.
Penyesuaian
Judul Terhadap Penyajian
pada
tahap
awal penelitian, subyek digambarkan
sebagai pertanyaan, bukan sebagai topik. Dalam
penyelidikan selanjutnya, mungkin akan dapat ditemukan cukup data untuk
memungkinkan anda menjawab pertanyaan itu tanpa tekanan khusus pada sumber-sumber
dengan begitu dapat memberikan artikel atau buku dengan sebuah judul yang menggambarkan topiknya. Jika
untuk tujuan tujuan komersil dikehendaki suatu judul yang dapat menangkap
perhatian khalayak, maka harus dihindarkan judul yang terlalu jauh dari isi
yang sesungguhnya daripada kisah.
H.
Bagaimana
menemukan sumber.
Untuk memudahkan mencari buku
sumber di perpustakaan, maka setiap peneliti dianjurkan memakai katalog
perpustakaan.
Bibliografi dan catatan bawah
dalam monografi yang bersifat ilmiah juga dapat dimanfaatkan dalam pencarian
sumber.
I.
Bibliografi kerja.
Peneliti dianjurkan
mempersiapkan daftar-daftar buku yang diperlukan. Dengan demikian akan membawa
seorang kompilator kepada judul-judul lain. Berdasarkan gabungan saran-saran dari
bibliografisnya, maka dapat menyusun suatu bibliografi yang lengkap dan up to
date tentang artikel dan monografi mengenai subyek manapun.
J.
Membuat
Catatan
Dalam membuat catatan terdapat
3 pandangan umum:
a.
Untuk membuat
catatan mengenai bahan-bahan yang menarik seringkali memakan waktu.
b.
Catatan
yang lengkap hendaknya jangan dibuat mengenai data yang umum dikenal, atau yang
mudah diingat.
c.
Dimana
ada kemungkinan bahwa kata-kata lengkap di dalam suatu sumber akan dikutip di
dalam naskah terakhir, maka perlu dibuat catatan penuh mengenai bahan-bahan
yang dikutip
K.
Catatan
Yang Dikutip
Catatan yang penuh, harus disusun dengan cermat
Ejaan,
ortografi dan penempatan tanda-tanda bacaan dari pada sumber
harus dipertahankan dalam bentuk aslinya
Jika
sebuah catatan lebih dari satu
halaman di dalam sumber, maka perlu untuk menunjukkan perpindahan halaman itu
dengan garis miring ( / ).
L. Reproduksi Fotografis
Jika
bahan yang dikendaki itu panjang maka pencatat sebaiknya mempertimbangkan untuk
menggunakan proses fotografis seperti
fotostat atau microfilm untuk mereproduksi halaman yang ditulis atau
dicetak.
Maka masalah persediaan bahan bagi
sarjana yang jauh dari sebuah perpustakaan – penelitian yang besar dapat
dipecahkan.
M. Catatan Peringatan
Biasanya
suatu catatan dibuat sebagai peringatan
kepada bahan yang tidak akan dikutip. Catatan dapat berbentuk sangat sederhana, namun perlu untuk
mempertimbangkan pengutipan kata demi kata
Jika
nampak cukup jelas bahwa informasi yang diinginkan adalah relevan dan bahwa
informasi itu mudah diingat.
N. Cara-Cara Penghematan Tenaga dan Referensi Timbal Balik
Menulis saran-saran,
usul mengusut sesuatu, menyiapkan sesuatu, hipotesa-hipotesa, “patch
sentences”, referensi silang (cross
references) dan gagasan-gagasan
cemerlang. Kertas-kertas
catatan ditata secara teratur dengan catatan-catatan referensi. Dokumen-dokumen juga harus dianalisa yakni
disaring untuk memperoleh berbagai peristiwa dan
orang.
O.
Catatan
bibliografi.
Catatan-catatan
yang memberikan judul-judul buku dan artikel yang relevan atau mungkin relevan
bagi penyelidikan dibagi dua jenis:
(1)mengenai
judul yang akan dicapai
(2)mengenai judul-judul yang dipakai .
Apabila telah membuat catatan
dengan data bibliografi yang eksak, maka tidak perlu lagi memberikan data
bibliografi lengkap terhadap bahan itu di kemudian hari.
Catatan
bibliografis yang lengkap harus mengandung nomor daftar
perpustakaan.
Berlainan
dengan catatan konteks, catatan bibliografis harus dibuat pada kartu
berukuran 3”x5”.
P.
Bahan bagi catatan
Bahan untuk membuat buku
catatan juga harus diperhatikan. Setidaknya buku catatan tersebut harus kertas yang tidak mudah rusak, berukuran sesuai
tata naskah standart dan memuat sistem catatan konteks yang efisien. Selain
itu, ketika di perpustakaan harus menyiapkan pensil, terkadang perpustakaan
tidak mengizinkan membawa tinta dalam ruangan buku dan manuskrip. Hindari
penggunaan pensil grafit, karena dapat membuat tulisan luntur dan tidak tahan
lama.
Q.
Menyusun catatan.
Catatan
bibliografis harus disusun menjadi dua bagian,yaitu:
a.
Judul
yang akan di konsultasi
b.
Judul
yang telah di konsultasi
Pada
masing-masing bagian disusun sesuai nama pengarang dan di urutkan secara
alfabetis.Dalam catatan konteks, susunan
kronologis dapat mempermudah masalah referensi timbal balik.
Jika
diadakan susunan menurut topic,maka masalah referensi akan menjadi semakin
sulit. Susunan menurut topic dapat di lakukan menurut orang(individu, kelompok, masyarakat),
wilayah,
jenis kegiatan atau
kombinasi dari semua itu. Topik mempunyai keterkaitan kronologis dan perkembangan suatu masyarakat atau suatu
wilayah yang dilukiskan pada suatu periode tertentu.
R.
Ilustrasi mengenai
organisasi sejarah.
Suatu
ilustrasi di perkirakan dapat memberi keterangan yang lebih jelas mengenai
susunan topic daripada susunan kronologis.
Susunan
menurut topic akan menghindarkan dari kesulitan memberi tanggal,ulangan,ketiadaan
sangkut-paut.
Ilustrasi menunjukkan satu
diantara keuntungan-keuntungan untuk menggambarkan masalah sebagai suatu
pertanyaan dan tidak sebagai suatu subyek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar