Senin, 24 Oktober 2011


NOFITA RUSDIANAN DEWI
094284227
MEMILIH SUBYEK DAN MENEMUKAN INFORMASI MENGENAINYA
A.    Pemilihan Subyek
Dalam tahapan memilih subyek, seorang peneliti hanya perlu menanyakan empat pertanyaan, diantaranya : yang bersifat geografis, yang bersifat biografis, yang bersifat kronologis, dan yang bersifat fungsional.
B.     Mengurangi Ruang Lingkup suatu subyek
Apabila bahan-bahan yang diperoleh terlalu banyak, maka seorang peneliti dapat mengurangi : Wilayah geografisnya, Jumlah orang, Jangkauan dan jenis kegiatan manusia yang tersangkut.
C.     Memperluas ruang lingkup subyek.
Penelitian sejarah berusaha mencari sumber-sumber informasi yang baru atau belum dipakai, atau mencari interpretasi baru mengenai suatu subyek.
D.    Limitasi Terhadap Pemilihan Subyek
Sejarawan bertanggung jawab untuk menghindarkan ketergantungan yang terlalu besar kepada pengarang-pengarang lain, dengan kata lain untuk memberikan sumbangan orisinil kepada studi sejarah
E.     Kompleksnya Studi Komparatif
Kesukaran-kesukaran teknis terkadang lebih besar  jika yang dipilih adalah subyek dalam bidang sejarah komparatif. Studi komparatif yang lebih abstrak secara perbandingan bersifat kompleks. Sebaiknya para peneliti pemula menghindarkan masalah-masalah seperti itu atau masalah-masalah tersebut harus dipecahkan.
F.      Alat Bantu Untuk Memilih Subyek
Bertujuan untuk mengetahui apakah bidang penelitian yang meliputi subyeknya sudah digali secara mendalam apa belum, sehingga tidak banyak kans baginya untuk menyatakan sesuatu yang baru atau berbeda.
G.    Penyesuaian Judul Terhadap Penyajian
pada tahap awal penelitian, subyek digambarkan sebagai pertanyaan, bukan sebagai topik. Dalam penyelidikan selanjutnya, mungkin akan dapat ditemukan cukup data untuk memungkinkan anda menjawab pertanyaan itu tanpa tekanan khusus pada sumber-sumber dengan begitu dapat memberikan artikel atau buku dengan sebuah judul yang menggambarkan topiknya. Jika untuk tujuan tujuan komersil dikehendaki suatu judul yang dapat menangkap perhatian khalayak, maka harus dihindarkan judul yang terlalu jauh dari isi yang sesungguhnya daripada kisah.
H.    Bagaimana menemukan sumber.
Untuk memudahkan mencari buku sumber di perpustakaan, maka setiap peneliti dianjurkan memakai katalog perpustakaan.
Bibliografi dan catatan bawah dalam monografi yang bersifat ilmiah juga dapat dimanfaatkan dalam pencarian sumber.
I.       Bibliografi kerja.
Peneliti dianjurkan mempersiapkan daftar-daftar buku yang diperlukan. Dengan demikian akan membawa seorang kompilator kepada judul-judul lain. Berdasarkan gabungan saran-saran dari bibliografisnya, maka dapat menyusun suatu bibliografi yang lengkap dan up to date tentang artikel dan monografi mengenai subyek manapun.
J.       Membuat Catatan
Dalam membuat catatan terdapat 3 pandangan umum:
a.       Untuk membuat catatan mengenai bahan-bahan yang menarik seringkali memakan waktu.
b.      Catatan yang lengkap hendaknya jangan dibuat mengenai data yang umum dikenal, atau yang mudah diingat.
c.       Dimana ada kemungkinan bahwa kata-kata lengkap di dalam suatu sumber akan dikutip di dalam naskah terakhir, maka perlu dibuat catatan penuh mengenai bahan-bahan yang dikutip

K.    Catatan Yang Dikutip
Catatan yang penuh, harus disusun dengan cermat
Ejaan, ortografi dan penempatan tanda-tanda bacaan dari pada sumber harus dipertahankan dalam bentuk aslinya
Jika sebuah catatan lebih dari satu halaman di dalam sumber, maka perlu untuk menunjukkan perpindahan halaman itu dengan garis miring ( / ).
L.     Reproduksi Fotografis
Jika bahan yang dikendaki itu panjang maka pencatat sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan proses fotografis seperti  fotostat atau microfilm untuk mereproduksi halaman yang ditulis atau dicetak.
Maka masalah persediaan bahan bagi sarjana yang jauh dari sebuah perpustakaan – penelitian yang besar dapat dipecahkan.
M.   Catatan Peringatan
Biasanya suatu catatan dibuat sebagai peringatan kepada bahan yang tidak akan dikutip. Catatan dapat berbentuk sangat sederhana, namun perlu untuk mempertimbangkan pengutipan kata demi kata
Jika nampak cukup jelas bahwa informasi yang diinginkan adalah relevan dan bahwa informasi itu mudah diingat.
N.    Cara-Cara Penghematan Tenaga dan Referensi Timbal Balik
Menulis saran-saran, usul mengusut sesuatu, menyiapkan sesuatu, hipotesa-hipotesa, “patch sentences”,  referensi silang (cross references)  dan gagasan-gagasan cemerlang. Kertas-kertas catatan ditata secara teratur dengan catatan-catatan referensi.  Dokumen-dokumen juga harus dianalisa yakni disaring untuk memperoleh berbagai peristiwa dan orang.
O.    Catatan bibliografi.
Catatan-catatan yang memberikan judul-judul buku dan artikel yang relevan atau mungkin relevan bagi penyelidikan dibagi dua jenis:
            (1)mengenai judul yang akan dicapai
            (2)mengenai judul-judul yang dipakai .
Apabila telah membuat catatan dengan data bibliografi yang eksak, maka tidak perlu lagi memberikan data bibliografi lengkap terhadap bahan itu di kemudian hari.
Catatan bibliografis yang lengkap harus mengandung nomor daftar perpustakaan.
Berlainan dengan catatan konteks, catatan bibliografis harus dibuat pada kartu berukuran 3”x5”.
P.      Bahan bagi catatan
Bahan untuk membuat buku catatan juga harus diperhatikan. Setidaknya buku catatan tersebut harus  kertas yang tidak mudah rusak, berukuran sesuai tata naskah standart dan memuat sistem catatan konteks yang efisien. Selain itu, ketika di perpustakaan harus menyiapkan pensil, terkadang perpustakaan tidak mengizinkan membawa tinta dalam ruangan buku dan manuskrip. Hindari penggunaan pensil grafit, karena dapat membuat tulisan luntur dan tidak tahan lama.
Q.    Menyusun catatan.
Catatan bibliografis harus disusun menjadi dua bagian,yaitu:
a.       Judul yang akan di konsultasi
b.      Judul yang telah di konsultasi
Pada masing-masing bagian disusun sesuai nama pengarang dan di urutkan secara alfabetis.Dalam catatan konteks, susunan kronologis dapat mempermudah masalah referensi timbal balik.
Jika diadakan susunan menurut topic,maka masalah referensi akan menjadi semakin sulit. Susunan menurut topic dapat di lakukan menurut orang(individu, kelompok, masyarakat), wilayah, jenis kegiatan atau kombinasi dari semua itu. Topik  mempunyai keterkaitan kronologis  dan perkembangan suatu masyarakat atau suatu wilayah yang dilukiskan pada suatu periode tertentu.
R.     Ilustrasi mengenai organisasi sejarah.
Suatu ilustrasi di perkirakan dapat memberi keterangan yang lebih jelas mengenai susunan topic daripada susunan kronologis.
Susunan menurut topic akan menghindarkan dari kesulitan memberi tanggal,ulangan,ketiadaan sangkut-paut.
Ilustrasi menunjukkan satu diantara keuntungan-keuntungan untuk menggambarkan masalah sebagai suatu pertanyaan dan tidak sebagai suatu subyek.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar