Minggu, 27 November 2011

SEJARAH KEPALA DAERAH LAMONGAN

Sejak masih berbentuk Kranggan hingga kini menjadi kabupaten, dari tahun 1543 hingga tahun 2005, Lamongan sudah dipimpin oleh 41 kepala daerah. Mulai dari sebutan Rangga, Tumenggung, Adipati hingga Bupati.

Rangga Aboe Amin merupakan awal sejarah kepemimpinan Lamongan pada tahun 1543-1556.

Rangga Hadi adalah pemegang tampuk kepemimpinan berikutnya pada tahun 1556-1569.

Tahun 1569 Lamongan berganti status menjadi Katuranggan. Tumenggung Surajaya diangkat sebagai Adipati Lamongan pertama dengan masa kepemimpinan tahun1569-1607 dan tanggal 26 Mei 1569 ditetapkan sebagai Hari Jadi lamongan. Tumenggung Surajaya disebut juga mbah Lamong, dari sinilah asal nama kota Lamongan.

Raden Pandji Adipati Keling meneruskan kepemimpinan selanjutnya pada tahun 1607-1640.

Hingga tahun 1862, Lamongan dipimpin oleh Raden Pandji antara lain Raden Panji Poespokoesoemo, Raden Panji Soerengrono dan Raden Panji Dewa Kaloran.

Tumenggung Todjojo memimpin Lamongan pada tahun 1682-1690. Selanjutnya diteruskan oleh Tumenggung Onggobojo, Tumenggung Kertoadinegoro, Tumenggung Wongsoredjo, Tumenggung tjitrosono dan Tumenggung Djojodirjo.

Tahun 1761-1776 adalah masa pemerintahan Adipati Sosronegoro, dimana Belanda menancapkan kekuasaannya.

Hingga tahun 1824 Lamongan memiliki dua Tumenggung yaitu Tumenggung Wongsodinegoro dan Tumenggung Mangundinegoro. Pada tahun ini pula Lamongan masuk ke dalam Karesidenan Gresik.

Adipati Ardjodinegoro memerintah pada tahun 1824-1856. Dilanjutkan oleh RT Tjokro Poerbonegoro tahun 1856-1863 dan RT Kromo Djojo Adinegoro tahun 1863-1866 dan diganti oleh RT Kromo Djojo Adirono tahun 1866-1885. Pada tahun 1867 lamongan beralih menjadi bagian Karesidenan Surabaya.

Tahun 1885-1908, R Adipati Djojo Dirono memerintah. Tampuk kepemimpinan kembali dipegangnya pada tahun 1908-1937. Karena keberhasilannya membangun rel kereta api,  sekolah dan rumah sakit gelarnya dinaikkan menjadi Raden Adipati Aryo Djojo Adinegoro.

Kepemimpinan selanjutnya dipegang olehRaden Tumenggung Moerid Tjokronegoro pada tahun 1937-1942.

Setelah itu pemerintaha Lamongan dijabat oleh bupati-bupati yang merupakan pejuang kemerdekaan yaitu Tjokro Soedirjo, R soekadji, Abdul Hamid Soerjosapoetro, Waskito, Soepardan, Ali Afandy dan Raden Ismail.

Pada tahun 1960-1969, masa bupati Soeparngadi memasuki era peralihan ke orde baru. Bupati ini berupaya menata pemerintahan hingga hingga tingkat desa. Selanjutnya Chasinoe melanjutkan pemerintahan pada tahun 1969-1979.

Pada masa pemerintahan bupati Sutrisno Sudirjo, masalah pendidikan mulai menjadi perhatian yakni pada tahun 1979-1984.

Tahun 1984-1989 bupati Moch. Syafii memerintah dengan pendekatan secara keagamaan terhadap warganya.

Kepemimpinan selama 10 tahun kemudian diambil alih oleh bupati Moch. Faried pada tahun 1989-1999 yang cukup terkenal dengan kehumasan.

Tahun 2000-2005 merupakan bupati terakhir yang dipilih secara langsung. Masfuk melakukan pembangunan fisik daerah dengan memperbaiki jalan, sarana penerangan, pariwisata dan transportasi serta mengangkat persepakbolaan di Lamongan.

Kamis, 24 November 2011

PERANG DUNIA II di DARATAN UNI SOVIET


Pertempuran di Stalingrad yang terjadi pada tanggal 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943 merupakan pertempuran yang sengit antara Jerman dan sekutu melawan Uni Soviet untuk memperebutkan kota Stalingrad dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua belah pihak. Kedua belah pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan terhadap Jerman, pertempuran dalam kota, yaitu serangan balik soviet, serta pengepungan dan penghancuran kekuatan-kekuatan poros di sekitar Staligrad yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.
A.      Latar Belakang Terjadinya Perang

       Pada bulan juni 1942, tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet yang disebut Operasi Biru (Oeration Blau). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin tahun 1941-1942. Operasi Biru ini diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan menginginkan menguasai wilayah kaya minyak di pegunungan Kaukasus. Hitler mengirim kekuatan besar pasukan Jerman di Rusia menuju Semenanjung Crimea dan kota Stalingrad, Grup Tentara A yang menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B yang menuju Sungai Volga dan kota Stalingrad.
       Kaukasus dan Stalingrad dijadikan sasaran selanjutnya oleh Hitler setelah pertempuran di Lenigrad dan Moskow antara Jerman dan Rusia telah gagal. Alasan Hitler mengincar kedua tempat tersebut adalah karena Kaukasus mengandung minyak bumi yang sangat dibutuhkan oleh Hitler. Pada pertengahan tahun 1941, persediaan minyak buminya sebanyak 8.929.000 ton, tetapi pada akhir tahun persediaan minyaknya hanya tinggal 797.000 ton yang tidak akan cukup untuk dipakai selama satu bulan. Meskipun pada tahun 1941 Rumania masih dapat menghasilkan 5.500.000 ton minyak bumi dalam setahun, akan tetapi setengah dari jumlah ini digunakan sendiri oleh Rumania untuk bahan produksi sintetis. Sedangkan alasan Hitler ingin menguasai Stalingrad adalah karena Stalingrad merupakan kota penghubung lalulintas Rusia dari bagian utara ke selatan selain itu juga kota Stalingrad juga merupakan kota industri terbesar di sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia), jika Hitler bisa menguasainya maka jalur lalulintas tersebut akan terputus.
B.       Menuju Stalingrad

Perjanan menuju Stalingrad merupakan suatu siksaan bagi pasukan Jerman, siang dan malam harus menyetir terus menerus dengan udara yang sangat dingin sekali. Pada malam hari suhu merosot sampai 10 derajat di bawah nol dan mereka mengigil di dalam bus. Di kota Stalino di Ukrania selatan mereka harus menjaga gudang senjata. Mereka menginap dibeberapa rumah peninggalan orang Rusia yang tidak memiliki pintu dan jendela, beberapa rumah yang ditinggalkan terdapat bom yang ditinggalkan oleh orang Rusia yang setiap saat dapat meledak.

“Hidup yang senang telah berakhir. Malam itu dingin sekali. Mengendarai bus suatu siksaan, karena kami kini sering siang dan malam harus menyetir terus menerus. Dua kali kami melakukan pertempuran kecil dengan kaum partisan. Betul kami tak mengalami kerugian, tapi kini toh lebih aman membawa pistol automatik daripada senapan kaliber.”(1) Benno Zieser. the Road to Stalingrad. hal. 19.

 Beberapa malam kemudia mereka dibangunkan tengah malam untuk membongkar amunisi secepat mungkin. Di tengah malam itu tiba-tiba datang pesawat Rusia yang melempar suar api terlebih dahulu untuk menentukan arah dan letak lalu membom peluru yang bertumpuk-tumpuk. Pilat-pilot ini dituntun oleh mata-mata yang diduga merupakan penduduk sipil di sekitar pos Jerman di Ukrania itu.

       Demikianlah situasi yng harus dihadapi oleh Hitler beserta paukannya di pertengahan tahun 1942. Meskipun Inggris-Amerika belum membuka front kedua di dataran Eropa namun Di Rusia, Hitler sudah harus melawan tiga macam musuh, yaitu: alam, Tentara Merah, dan penduduk sipil Rusia. Meskipun tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan ofensif seluas tahun lalu, salah satunya karena persediaan bahan bakarnya yang telah menipis. Namun Hitler tak mau menghentikan mesin militernya. Jalan yang ditempuh adalah maju terus karena jika berhenti berarti mengakui keunggulan lawanya.

C.       Jalanya Peperangan

Karena letak antara Kaukasus dan Stalingrad yang begitu jauh maka Hitler harus memecah kekuatanya agar dapat menguasai kedua kota itu sekaligus tetapi untuk hal itu Hitler kekurangan jumlah pasukan. Hitler mencari jalan keluar dengan mengunakan tenaga pasukan serikat Jerman, yaitu: Rumania, Hongaria, Italia, Finlandia, Spanyol, dan Slovakia. Seluruhnya tersedia 171 divisi Jerman dan 61 divisi satelitnya. Jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jumlah pasukan Jerman pada tahun 1941, tetapi mutunya jauh lebih rendah. Moril dari pasukan-pasukan divisi bukan Jerman yang bertempur ribuan mil jauhnya dari tanah air mereka dan dibawah komando Jerman tidaklah begitu baik.

“Ini sudah dikemukakan kepada Hitler, akan tetapi Hitler pemimpin Nazi yang keranjingan angka-angka besar itu menganggapnya tak penting.”(2) Zeitzler, b. j. d. hal. 116.

Jerman memasuki pingir kota pada bulan Agustus 1942 dan mulai melancarkan serangan gencar untuk memenangkan posisi. Pasukan utama Rusia masih di tepi timur Sungai Volga, dan belum memasuki pertahanan yang dilakukan oleh penduduk kota dan satu garnius tentara. Dalam pertempuran satu lawan satu di jalanan, prinsip manuver cepat Jerman menjadi tidak efektif dibandingkan dengan pertempuran yang telah mereka lakukan di atas tempat terbuka di padang rumput Rusia. Tiga bulan pertempuran berdarah itu memungkinkan Jerman menguasai sembilan puluh persen kota tetapi dengan korban terbanyak di pihak mereka.

Serangan Jerman kali ini merupakan kejutan bagi Rusia karena sebelumnya pimpinan tentara Rusia mengira dan menduga bahwa Jerman akan melakukan serangan yang ditujukan ke arah Moskow, sehingga disitulah kekutan pasukannya dipusatkan. Serangan ini memberikan kemenangan bagi pihak Jerman. Dengan demikian jalan menuju Stalingrad suda terbuka bagi pasukan Jerman namun tiba-tiba Hitler, Panzer Army ke-4 dibutuhkan oleh von Kleist pemimpin Panzer Army ke-1 yang menuju ke Kaukasus padahal bantuan itu tidak dibutuhkan oleh von Kleist. Seharusnya Panzer Army ke-4 bisa dengan mudah merebut Stalingrad tanpa pertempuran yang berarti pada bulan Juli itu. Ketika dua minggu kemudian Panzer Army ke-4 kembali ke Stalingrad, ternyata itu telah terlambat. Dalam kurun waktu itu, Stalin sudah mengumpulkan cukup banyak kekuatan di wilayahStalingrad untuk menghadapi serangan dari Jerman.

       Setelah kejadian ini Hitler mulai bingung, sasaran mana yang hendak dicapai dan dikuasai terlebih dahulu, Kaukasus ataukah Stalingrad?

       Hitler memerintahkan untuk memecah kekuatan pasukan von Kleist untuk membantu front di Stalingrad padahal von Kleist merasa sanggup untuk merebut wilayah bersumber minyak itu. Karena hal itu tentara Hitler tertahan di Kaukasus sementara tentaranya yang satu tertahan di Sungai Volga, di Stalingrad.

       “Dalam musim gugur tahun 1942 itu Hitler melakukan kesalahan klasik dan paling umum dalam sejarah perang-mengabaikan prinsip kosentrasi. Pemencaran kekauatan kita di antara dua tujuan sekaligus, Stalingrad dan Kaukasus, meruntuhkan seluruh kampanye kita.”(19) ibid, hal.160.

       Akibat dari kemacetan itu, Marsekal Wilhelm List diberhentikan dan di akhir September 1942 Kolonel Jenderal Halder dipecat sebagai Kepala Staf Umum dan sebagai gantinya, Hitler mengangkat Kolonel Jenderal Kurt Zeitzler.  

D.      Akhir Peperangan

       Setelah membiarkan kesempatan yang ideal untuk mengepur  Stalingrad pada bulan juli 1942 hilang karena pertahanan Stalingrad belum rampung maka pada musim gugur bulan september, Hitler harus menghadapi front 2000 mil panjangnya dari Leningrad di utara sampai di Kaukasus di selatan, barulah memusatkan perhatian dan kekuatan di Stingrad. Tapi kini Zhukov telah berhasil mengadakan pemusatan kekuatanya di benteng di tepi sungai Wolga.

       Perang telah berlangsung hampir satu setengah tahun di soviet Rusia. Stalin telah mengalami banyak kerugian, ratusan ribu tentaranya tertawan akan tetapi tenaga Hitler pun telah berkurang bila dibandingkan dengan keadaan 1941. Kini Hitler harus mengerahkan divisi-divisi dari negaera satelitnya seperti Rumania, Hungaria, dan sebagainya yang memiliki mutu dan peralatanya inferior.

 Ada dua faktor yang menguntungkan Stalin, yaitu kian dalam masuknya tentara Hitler di Rusia yang luas, maka makin panjang pula garis perhubungannya dengan Jerman sendiri, apalagi jalur logostik dibelakang garis front selalu diganggu oleh bangsa Gerilya. Juga kekurangan bahan bakar yang sangat dirasakan oleh Hitler sehingga untuk menghemat digunakan tenaga onta sebagai alat pengangkut sebaliknya garis perhubungan pusat industri Rusia dengan fron lebih pendek. Dan industri perang itu letaknya dibelakang pegunungan ural yang tak dapat dijangkau pasawat terbang luftwaffe yang telah merosot kekuatanya karena kalah melawan Inggris. Ditambah lagi arus bantuan Amerika-Inggristerus mengalir dan memperkuat kedudukan Stalin.

       Faktor kedua yang menguntungkan Stalin adalah berkat jaminan mata-matanya di Tokyo bahwa Jepang tidak akan menyerang Rusia di Siberia apalagi waktu itu akhir 1942, armada Jepang berturut-turut mendapat pukulan dari Amerika di kepulauan Solomon sehingga Stalin dapat memindahkan tentaranya di Siberia menuju Stalingrad untuk mengantikan ratusan ribu tentaranya yang telah ditawan Hitler. tentara di Siberia itu masih segar sedangkan tentara Hitler yang lebih dari setahun lamanya bertempur kini sudah letih sedangkan cadangan manusia Jerman tak sebanyak Rusia.

Meskipun begitu Hitler ingin tetap sekaligus ingin merebut dua sasaran yaitu kaukasus dan stalingrad. Namun untuk saat ini, lebih difokuskan pada stalingrad. Serangan itu diserahkan kapda tentara ke 6 dibawah pimpinan jenderal Friedrich Paulus. Pasukan besar ini merupakan pasukan yang telah lama bertempur, pasukan inilah yang mencapai kemenangan di Prancis utara pada tahun 1940. Dan sebaliknya, Stalin menaruh harapan kepada tentara ke 62 yang sebagian besar terdiri dari pasukan siberia, yang masih segar dan mendapatkan latihan keras.(3)Theodor Pliever, Stalingrad: the Death of an Army.

Hitler merebut stalingrad lewat jalanan demi jalanan, trumah demi rumah yang pasti akan memberi dampak banyak korban dipihak penyerang.

Pertahanan rusia sangat kuat dan gigih, sehingga pasukan penyerang terpaksa bertempur dijalan raya, merebutnya satu demi satu, blok demi blok, rumah demi rumah. Kerugian yang mereka alami mengerikan dan tenaga tempur pasukan jerman merosot secara mengkhawatirkan, demikian penuturan seorang Jenderal Jerman.
 demikian pula denga semangat bertempurnya.
Stalingrad adalah sebuah kota indrustri dengan gedung-gedung pabrik yang besar-besar, gedung-gedung besar itu dijadikan benteng pertahanan yang sangat baik bagi pihak yang membela kotanya, karena itu Hitler hars membayarnya dengan kerugian yang mahal. Banyak formasi-formasi terbaik tentara kawakan jerman ke-6 yang menjadi korban dijalan raya Stalingrad, yang pada waktu itu telah hancur oleh pemboman dan salvo meriam-meriam Jerman. Meskipun gedung besar itu telah runtuh tetap saja reruntuhan gedung itu merupakan benteng pertahanan.



Serangan yang dimulai pada tanggal 15 September berhenti pada akhir bulan itu. Hitler mendatangkan bala bantuan baru dan pada tanggal 4 oktober serangan baru dimulai dengan dibantu banyak tank dan pesawat pembom. Sepuluh hari lamanya pertempuran ini berlangsung sampai akhirnya pihak Hitler (penyerang) kehilangan semua tenaganya. Dalam arti moril maupun fisik.

Garis pertahanan Jerman diluar kota Stalingrad yang dibela oleh pasukan Rumania, Italia, dan Hongaria terletak bagian terlemah dari mata rantai pasukan Jerman yang hendak mengurung dan menjerat leher Stalin di kota yang memakai namanya ini. Jenderal Zeitzler mengusulkan kepada Hitler supaya tentara ke-6 untuk sementara waktu mengundurkan diri dari kota Stalingrad untuk menyusun kekuatannya kembali, akan tetapi Hitler menolak. Mundur tidak boleh, maju tidak bisa. Jalan ke-3 adalah menunggu ofensif balasan dari Marsekal Gregori Zhukov, yang dibuka dalam bulan November tujuannya sudah tentu kearah bagian terlenah dari garis Jerman yaitu diluar Stalingrad dimana ada divisi-divisi Rumania.

       Saat dimulainya ofensif inipun menguntungkan bagi Rusia, sebab pada permulaan November 42 dilain bagian dari medan perang Afrika terjadi hal-hal lain yang meminta perhatian Hitler: pada tanggal 5 Novevember Rommel dikalahkan di El Alamein oleh Montgomery, dan tiga hari kemudian tentara amaerika dibawa Eisenhower mendarat di Maroko dan Aljazair, sehingga Rommel terjepit kiri-kanan. Suatu bencana sudah diambang pintu, hal ini disadari oleh Zeitzler tapi dia tak dapat mencagahnya. Hitler tak menginginkan adanya perubahan susunan front, karena hal itu menandakan mundur. Dengan daya yang masih ada pasukan-pasukan Zhukov yang makin lama makin mendekat itu dhujani bom dari udara dan peluru artileri jarak jauh , tetapi hal ini hanya dapat mengundurkan saat tibanya gelombang divisi-divisi Zhukov dan tidak untuk mencegahnya. Untuk mencegahnya hanya mungkin dilakukan bila udara dikuasai Jerman, tapu Lutfwaffe telah merosot kekuatannya. Pada tanggal 19 November terbuktilah dugaan Jenderal Zeitzler. Pasukan Rumania, Italia, dan Hongaria diserang oleh pasukan Rusia dari luar. Tujuan Marsekal Zhukov yang memimpin kontrak ofensif ini yaitu ingin mengurung tentara Jerman ke-6 yang berada di Kota Stalingrad. Ketika sekte divisi-divisi Rumania bolong didua tempat dan Jenderal Zeitzler segara menelpon Hitler yang berada di markas besarnya di Bavaria (Jerman Selatan) untuk mengusulakan agar lubang itu ditutup.

       Kembali Zeitzler mendesak Hitler agar melaksanakan pemecahan pengepungan dan satu-satunya cara adalah memperbolehkan Jenderal Paulus mengundurkan diri dari Stalingrad, namun Hitler menolaknya dengan marah. Sementara itu keadaan makin buruk di Jerman, lubang di sektor pasukan Rumania makin lebat dan kini datang tank-tank Zhukov. Korps panser Jerman yang mencoba menahannya diserang oleh pasukan lapis baja Rusia, cuaca yang buruk dan larinya pasukan Rumania menghambat gerak pasukan panzer. Kembali Zeitzler menelpon Hitler supaya paulus mengundurkan diri untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar. Tapi Hitler bersi keras dan tetap menolak. Perubahan satu-satunya yang terjadi dalam diri diktaktor ini ialah keputusannya untuk memindahkan markas besarnya yang berada dalam sebuah kereta api darin Jerman Selatan ke Prusia. .lebih dekat ke medan perang yaitu 1300 mil dari Stalingrad. Hitler sengaja menjaga jarak dari medan perang supaya diri dan perasaan tidak dipengaruhi oleh penderitaan pasukan dalam mengambil keputusan
Saat berada di kereta api istimewanya itu menuju ke Prusia Timur, Hitler memutuskan untuk memindahkan satu divisi berlapis bajanya dari Army group A yang berada di Kaukasus ke Stalingrad. Zeitzler terbang ke Prusia Timur untuk mengemukakan bahwa ini tidak akan menolong Tentara ke-6 yang berada di Stalinrad. Divisi lapis baja itu baru bisa tiba di Stalingrad dalam waktu dua minggu. Sekali lagi jenderal Zeitzler mendesak supaya Hitler mengijinkan kepala jendelar Paulus keluar dari Stalingrad dan menyerang ke arah Barat untuk mencegah pengurungan, tapi sekalilagi Hitler tetap menolaknya dan ia berteriak: “Saya tidak akan meninggalkan Wolga.”

       Tanggal 20 November Zhukov menyerang dari arah selatan, serangan balasa oleh Panzer Corps H jerman gagal dan kini tentara keenam menghadapi pengepungan dari dua jurusan. Sementara itu salju telah mulai turun dan . dimana-mana terdapat es. Hitler murka mendengar kegagalan Panzer Corps H. Ia memerintahkan agar komandan Corps itu dijabut pangkatnya dan dimasukkan ke penjara.
Pada tanggal 22 November, jenderal Paulus mengirim berita radio kepada Hitler, bahwa tentara keenam sudah terkurung.tetepi Hitler tetap memerintahkan paulus beserta stafnya untuk tetep bertahan di Stalingrad.
 Tanggal 22 Januari 1943, tentara merah berhasil merebut Gumrak dan lapangan terbang terakhir yang dikuasai Jerman di Stalingrad. Pasukan Soviet terus melancarkan bombardemen hebat terhadap pasukan Paulus. Setelah melalui pertempuran-pertempuran hebat, akhirnya tanggal 22 Februari 1943 seluruh pasukan Jerman di Stalingrad menyerah kalah, Marsekal Paulus dan para jenderalnya ikut ditawan. Tak kurang dari 91.000 pasukan Jerman masuk camp tawanan Rusia, termasuk 22 orang jenderalnya. Kejatuhan Stalinhrad resmi diumumkan Jerman pada 3 Februari dan dinyatakan sebagai hari berkabunh nasional.

Minggu, 13 November 2011

METODELOGI DAN PENELITIAN SEJARAH


Nama               : NOFITA RUSDIANA DEWI
NIM                : 094 284 227
Kelas               : C
Matkul             : Metodelogi dan Penelitian sejarah


1.     Apakah beda antara kritik ekstern dan kritik intern? Terangkan cara-cara untuk membuktikan keduanya.
Perbedaan antara kritik ekstern dan intern dapat kita lihat dari Kritik ekstern untuk meniliti mengenai masalah-masalah otentisitas sedangkan Kritik intern digunakan untuk meneliti mengenai masalah-masalah kredibilitas.
Cara-cara untuk membuktikannya:
·         Kritik Ekstern
Uji Otentisitas
a)      Sejarawan harus menggunakan ujian atau tes yang biasa dipergunakan dalam kepolisian atau kehakiman
b)      Menerka-nerka seakurat mungkin tanggal pembuatan dokumen.
c)      Menyelidiki materi, apakah Anakronistis atau tidak, seperti kertas, usia tinta dsb.
d)     Menerka-nerka seakurat mungkin pengarangnya
e)      Melakukan serangkaian identifikasi terhadap dokumen.
·         Kritik Intern
Kondisi-kondisi yang menguntungkan kredibilitas
a)      Isi pernyataan merupakan hal yang tidak menjadi persoalan bagi saksi, kiranya ia akan bersikap tidak berat sebelah.
b)      Lebih dapat diandalkan. Jika suatu pernyataan merugikan saksi, bagi mereka yang dicintainya atau perjuangannya,  maka pernyataan itu kemungkinan benar.
c)      Fakta yang telah terkenal dan merupakan pengetahuan umum hingga saksi tidak akan salah ataupun berbohong mengenai hal tersebut.
d)     Jika fakta yang tersedia tidak terkenal maka kita harus membandingkannya dengan fakta yang lain.
e)      Apabila pola pikir dan praanggapan seorang saksi diketahui namun ia mengatakan sesuatu yang berbeda dengan hal itu atau menyatakan pernyataan-pernyataanya yang bertentangan dengan ekspetasi atau antisipasi pihak saksi, maka pernyataan itu memiliki tyingkat kredibilitas yang tinggi.


2.      Gambarkan secara singkat mengajarkan teknik-teknik sejarah yang disampaikan oleh Louis Gatsthalk (bab 8) kemudian komentari langkah tersebut menurut anda?
Mempelajari dan Mengajar Teknik-Teknik Sejarah
Alasan mempelajari sejarah adalah suatu rasa ingin tahu yang iseng mengenai masa lampau, baik masalah keluarga maupun masalah negara ataupun sosial.
·         Konsepsi yang lazim mengenai sejarah
Seorang pemula biasanya akan cenderung menggambarkan penelitian sejarah terdiri atas seleksi bahan-bahan dari berbagai buku atau artikel dan menyusunnya kembali menjadi buku. Sistem pendidikan sejarah kita lazim membiasakan untuk menganggap beberapa buku pegangan atau antalogi sumber dan seperangkat “bacaan luar” sebagai sejarah. Bahkan penulisan “Karya Ilmiah” mungkin tidak menggunakan metode sejarah dengan benar, karena pada umumnya karya ilmiah tersebut tidak lebih berisi penyajian tertulis suatu seleksi yang lebih lengkap dan penyusunan yang lebih panjang dalam hubungannya dengan subyek.
·         Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mempelajari dan mengajar teknik-teknik sejarah?
1)      Mendorong rasa ingin tahu mahasiswa
Misalnya dengan memberikan pancingan pertanyaan kepada mahasiswa mengenai suatu peristiwa sejarah sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu tentang apa jawaban dari pertanyaan sejarah tersebut. 
2)      Membantu seorang mahasiswa dalam memilih subjek
Dalam hal ini membantu mahasiswa menentukan bahasan atau subjek apa saja yang bisa dipelajari dan diteliti lebih lanjut dan dikaitkan dengan relevansi bahan, sifat konkrit dan presisi dari subjek serta koherensi dari komposisi yang dapat dikontrol lebih lanjut oleh suatu pembatasan yang luas dari sebuah laporan akhir.
3)      Alat bantu bibliografi dan nasehat ahli
Mahasiswa harus tahu mengenai jenis bibliografi yang dibutuhkan, dan pembimbing membantu dengan meminta daftar bibliografi secara tertulis pada pustakawan serta harus mengembangkan beberapa referensi lainnya. Harus diajar untuk berkonsultasi lewat surat ataupun wawancara dengan ahli yang mungkin dapat memberikan tambahan informasi.
4)      Majalah Sejarah yang hipotesis
Dengan pembimbing mendemonstrasikan bagaimana kerja seorang editor majalah hipotesis dan mengajak mahasiswa belajar maka akan membantu dalam menerangkan kesulitan-kesulitan penyusunan dan pemakaian index untuk memperoleh data dan informasi yang bisa digunakan dalam sebuah penelitian.
5)      Beberapa alat bantu bagi komposisi
Setiap orang yang ingin mengarang suatu pekerjaan, disamping sebuah kamus yang baik, sebaiknya memiliki thesaurus, sebuah kamus-kutipan, sebuah ensiklopedia satu jilid, dan sebuah manual mengenai persoalan tata bahasa dan langgam yang masih dapat diperdebatkan.
6)      Kata yang tepat dan ungkapan yang akurat
Kata yang tepat dan ungkapan yang akurat menjadi penting karena ia berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebuah ungkapan kata-kata yang mencukupi. Tidak hanya harus menciptakan suatu penelaan yang lengkap dan akurat tetapi sebisa mungkin menghindari kata-kata yang hampir memiliki kesamaan makna disamping itu penggunaan istilah-istilah eksak juga diperlukan untuk mempertegas makna.
7)      Identifikasi-identifikasi yang layak
Sebaiknya dalam penulisan tidak memasukkan nama diri seperti nama orang, nama tempat, pengelompokan resmi atau peristiwa kedalam karangannya, tanpa suatu identifikasi. Dimana hal-hal seperti itu akan terasa menggurui dan pedantis.
8)      Mengedit sebuah dokumen
Suatu hal yang harus dihindari oleh sejarawan muda adalah pengutipan yang terlalu panjang dan terlalu sering. Sejarawan muda harus menempatkan dokumen itu pada latar belakang sejarah yang semestinya dan mampu menerangkan mengapa dokumen itu dianggap penting, otentik ataupun tidak otentik.
9)      Menghindarkan Langgam yang dibuat-buat
Seorang pemula cenderung menganggap bahwa alat-alat retoris yang dibuat-buat dapat menambah kebagusan langgamnya. Perumpamaan yang rumit menambahkan pula bahaya klise kiasan yang bercampur.
10)  Ungkapan-ungkapan yang memperlihatkan proses-proses mental
Mengghindari diri dari sikap memperlihatkan proses pemikiran pengarang. Apa yang diinginkan pembaca dan apa yang diperolehnya adalah kesimpulan yang aman, pernyataan yang terjamin, dugaan yang masuk akal. Jika perlu dapat diberikan referensi-referensi didalam catatan untuk memperlihatkan mengapa pernyataan tersebut diungkapkan secara singkat dan dibenarkan.
11)  Berapa draf diperlukan untuk sesuatu komposisi ?
Sebelum menulis, seorang sejarawan seyogyanya merancang artikel atau babnya sehingga ia mempunyai gambaran apa yang menjadi bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhirnya. Seringkali terjadi bahwa draft pertama membawa kesadaran bahwa seluruh komposisi telah digambarkan  secara keliru. Hal itu akan tampak jelas apabila kesimpulan tidak diperoleh secara langsung dan jelas dari bahan-bahan yang telah disajikan. Akibatnya calon pengarang pada tahap itu harus meninjau kembali judul karangannya, apakah sudah cocok dengan apa yang telah ditulisnya, dan apakah perlu menggantinya dengan judul yang baru, sehingga nantinya tidak akan ada tuduhan bahwa judulnya menjanjikan sesuatu yang tidak dapat dipenuhinya. Kemungkinan yang lain adalah pengarang tidak sepenuhnya menyadari kesalahan yang telah ia buat, hingga pada saat ia telah menyelesaikan draftnya yang pertama. Dalam hal ini, sebaiknya ia mulai dari awal lagi dengan selalu mengingat-ingat bagian-bagian dari hipotesisnya, mencoba membuktikan di setiap bagian step by step dalam suatu draft baru.
            Komentar:
Lanhkah-langkah untuk mempelajari dan mengajar teknik-teknik sejarah yang telah ditulis oleh Louis Gottschalk dalam bukunya Mengerti Sejarah telah mencakup semua aspek yang harus diketahui oleh seorang pemula (mahasiswa) dalam mempelajari dan mengajar sejarah. Langkah-langkah ini sangat membantu bagi seorang pemula maupun bagi mahasiswa yang akan mebuat suatu karya sejarah.

3.      Bagaimana cara yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha mengerti masyarakat dan hubungannya dengan generalisasi sosial hal 184? Berilah contoh pada kasus-kasus Indonesia.
Cara yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha mengerti masyarakat dan hubungannya adalah dengan jalan menemukan kontradiksi-kontradiksi dan perkecualian-perkecualian dalam generalisasi-generalisasi ilmu sosial yang terjadi di dalam sejarah.
Contoh kasus yang terjadi di Indonesia adalah saat terjadinya keruntuhan orde baru dan Indonesia reformasi pada tahun 1998. Peristiwa ini telah merubah seluruh kehidupan masyarakat dalam kelas sosial. Para mahasiswa yang memperjuangkan reformasi dianggap sebagai pahlawan dan seluruh masyarakat Indonesia mendapat hak untuk bisa mengemukakan pendapatnya secara terbuka kepada pemerintah melalui perwakilan.

4.      Coba terangkan intisari mengerti sejarah setelah itu buatlah proposal penelitian sejarah.
Intisari dari mengerti sejarah adalah mengambarkan suatu proses atau tahap-tahap yang harus benar-benar dipahami oleh para sejarawan agar ia bisa menjadi seorang sejarawan sejati. Seorang sejarawan yang ingin menulis sebuah buku sejarah hendaknya ia harus benar-benar mengerti mengenai apa itu sejarah yang telah terangkum semuanya didalam mengerti sejarah agar dapat menghasilkan buku yang telah teruji ke otentisitas dan kredibilitasnya.
Mengerti sejarah mengajarkan kepada kita mengenai teori sejarah, metode-metode penelitian sejarah dan ilmu sejarah itu sendiri.
Mengerti sejarah ini terdiri dari tiga bagian yaitu: sasaran sejarah, metode-metode bagi peneliti sejarah, dan teori sejarah. Jika soerang mahasiswa dapat menguasai setiap materi yang tersaji didalam mengerti sejarah maka ia bisa disebut sebagai seorang sejarawan.





PROPOSAL
Daendels di Indonesia 1808-1811
 

Nama               : NOFITA RUSDIANA DEWI  
NIM                : 094 284 227
Kelas               : C
Matkul             : Metodelogi dan Penelitian sejarah

PENDAHULUAN

I.       Latar Belakang

Dari tahun 1799 sampai pada tahun 1807 Indonesia dikuasai oleh Bataafsche Republiek yang pada tahun 1807 dihapus oleh Kaisar Napoleon Bonaparte dan diganti bentunya menjadi Koninkrijkn Holland dibawah pimpinan raja Louis Napoleon Bonaparte, adik kaisar Napoleon. Dari perubahan ini, Indonesia menjadi jajahan kerajaan Belanda. Karena Prancis dan Belanda terlibat perang besar dengan Inggris, dan peperangan itu telah merembet ke Indonesia. Ketika William V dari negeri Belanda berhasil melarikan diri ke Inggris pada tahun 19755, dia mendapat tempat tinggal kiew dan mengeluarkan apa yang dikenal dengan surat-surat kiew. Dokumen ini memerintahkan para pejabat jajahan Belanda untuk menyerahkan wilayah mereka kepada orang-orang Inggris supaya tidak jatuh ke tangan Prancis. Berdasarkan otaritas ini, dan dengan kapal serta senjata yang lebih banyak  daripada yang dimiliki oleh pihak Belanda di Indonesia, maka orang-orang Inggris berhasil merebut atau diberi beberapa pos di Indonesia. Pada tahun 1795, mereka berhasil menduduki Padang dan Malaka kemudian Ambon dan Banda pada tahun 1796. Mulai tahun 1795, pihak Inggris meningkatkan blokadenya terhadap Batavia. Dengan mengacaukan ekspor kopi, blokade ini sangat memegang pendapatan pemerintahaan Belanda. Dengan jatuhnya pangkalan utama Prancis di Mauritius pada akhir tahun 1810, pihak Inggris telah siap merebut jantung jajahan Belanda yakni Pulau Jawa.
Maka Louis Napoleon memilih seorang yang cakap yang dapat diangkat menjadi Gubernur Jendral dalam masa sulit ini. Tugas ini diserahkan kepada Daendels dan tugasnya yang terpenting adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris yang kuat. Ia datang ke Indonesia pada tahun 1808.
Daendels yang menjabat sebagai Gubernur Jendral antara tahun 1808-1811 membuat rencana-rencana untuk mempertahankan pulau Jawa yang sebagian dapat tercapai namun sebagiannya yang lain tidak dapat tercapai. Karena harus mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris yang kuat serta senjata yang lebih banyak, maka perhatian Daendels dipusatkan kepada pertahanan dan ketentaraan.

II.    Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang telah dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana proses penambahan tentara dengan tenaga Indonesia yang  dilakukan oleh gubernur jendral Daenlels untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris?
2.      Bagaimana proses pembuatan jalan pos dari Anyer ke Banyuwangi sebagai salah satu usahanya untuk menambah pertahanan bagi pulau Jawa?
3.      Bagaimana Untuk pertahan laut yang dibuat oleh Daendekls dengan cara membuat perahu-perahu kecil?
4.      Bagaimana usaha pendirikan pelabuhan perang di Merak dan dekat Suranaya yang bertujuan untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris?

III. Batasan Masalah

Penelitian ini terfokus pada usaha-usaha yang dilakukan oleh gubernur jendral Daendels pada tahun 1808 sampai pada tahun 1811 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.

IV. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui proses penambahan tentara dengan tenaga Indonesia yang  dilakukan oleh gubernur jendral Daenlels untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.
2.      Untuk mengetahui proses pembuatan jalan pos dari Anyer ke Banyuwangi sebagai salah satu usahanya untuk menambah pertahanan bagi pulau Jawa.
3.      Untuk mengetahui usaha pertahanan  laut yang dibuat oleh Daendekls dengan cara dengan membuat perahu-perahu kecil.
4.      Untuk mengetahui usaha pendirian pelabuhan perang di Merak dan dekat Surabaya yang bertujuan untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.

V.    Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai usaha-usaha yang telah dilekukan oleh Daendels pada tahun 1808 sampai pada tahun 1881 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.