Kamis, 24 November 2011

PERANG DUNIA II di DARATAN UNI SOVIET


Pertempuran di Stalingrad yang terjadi pada tanggal 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943 merupakan pertempuran yang sengit antara Jerman dan sekutu melawan Uni Soviet untuk memperebutkan kota Stalingrad dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua belah pihak. Kedua belah pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan terhadap Jerman, pertempuran dalam kota, yaitu serangan balik soviet, serta pengepungan dan penghancuran kekuatan-kekuatan poros di sekitar Staligrad yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.
A.      Latar Belakang Terjadinya Perang

       Pada bulan juni 1942, tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet yang disebut Operasi Biru (Oeration Blau). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin tahun 1941-1942. Operasi Biru ini diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan menginginkan menguasai wilayah kaya minyak di pegunungan Kaukasus. Hitler mengirim kekuatan besar pasukan Jerman di Rusia menuju Semenanjung Crimea dan kota Stalingrad, Grup Tentara A yang menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B yang menuju Sungai Volga dan kota Stalingrad.
       Kaukasus dan Stalingrad dijadikan sasaran selanjutnya oleh Hitler setelah pertempuran di Lenigrad dan Moskow antara Jerman dan Rusia telah gagal. Alasan Hitler mengincar kedua tempat tersebut adalah karena Kaukasus mengandung minyak bumi yang sangat dibutuhkan oleh Hitler. Pada pertengahan tahun 1941, persediaan minyak buminya sebanyak 8.929.000 ton, tetapi pada akhir tahun persediaan minyaknya hanya tinggal 797.000 ton yang tidak akan cukup untuk dipakai selama satu bulan. Meskipun pada tahun 1941 Rumania masih dapat menghasilkan 5.500.000 ton minyak bumi dalam setahun, akan tetapi setengah dari jumlah ini digunakan sendiri oleh Rumania untuk bahan produksi sintetis. Sedangkan alasan Hitler ingin menguasai Stalingrad adalah karena Stalingrad merupakan kota penghubung lalulintas Rusia dari bagian utara ke selatan selain itu juga kota Stalingrad juga merupakan kota industri terbesar di sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia), jika Hitler bisa menguasainya maka jalur lalulintas tersebut akan terputus.
B.       Menuju Stalingrad

Perjanan menuju Stalingrad merupakan suatu siksaan bagi pasukan Jerman, siang dan malam harus menyetir terus menerus dengan udara yang sangat dingin sekali. Pada malam hari suhu merosot sampai 10 derajat di bawah nol dan mereka mengigil di dalam bus. Di kota Stalino di Ukrania selatan mereka harus menjaga gudang senjata. Mereka menginap dibeberapa rumah peninggalan orang Rusia yang tidak memiliki pintu dan jendela, beberapa rumah yang ditinggalkan terdapat bom yang ditinggalkan oleh orang Rusia yang setiap saat dapat meledak.

“Hidup yang senang telah berakhir. Malam itu dingin sekali. Mengendarai bus suatu siksaan, karena kami kini sering siang dan malam harus menyetir terus menerus. Dua kali kami melakukan pertempuran kecil dengan kaum partisan. Betul kami tak mengalami kerugian, tapi kini toh lebih aman membawa pistol automatik daripada senapan kaliber.”(1) Benno Zieser. the Road to Stalingrad. hal. 19.

 Beberapa malam kemudia mereka dibangunkan tengah malam untuk membongkar amunisi secepat mungkin. Di tengah malam itu tiba-tiba datang pesawat Rusia yang melempar suar api terlebih dahulu untuk menentukan arah dan letak lalu membom peluru yang bertumpuk-tumpuk. Pilat-pilot ini dituntun oleh mata-mata yang diduga merupakan penduduk sipil di sekitar pos Jerman di Ukrania itu.

       Demikianlah situasi yng harus dihadapi oleh Hitler beserta paukannya di pertengahan tahun 1942. Meskipun Inggris-Amerika belum membuka front kedua di dataran Eropa namun Di Rusia, Hitler sudah harus melawan tiga macam musuh, yaitu: alam, Tentara Merah, dan penduduk sipil Rusia. Meskipun tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan ofensif seluas tahun lalu, salah satunya karena persediaan bahan bakarnya yang telah menipis. Namun Hitler tak mau menghentikan mesin militernya. Jalan yang ditempuh adalah maju terus karena jika berhenti berarti mengakui keunggulan lawanya.

C.       Jalanya Peperangan

Karena letak antara Kaukasus dan Stalingrad yang begitu jauh maka Hitler harus memecah kekuatanya agar dapat menguasai kedua kota itu sekaligus tetapi untuk hal itu Hitler kekurangan jumlah pasukan. Hitler mencari jalan keluar dengan mengunakan tenaga pasukan serikat Jerman, yaitu: Rumania, Hongaria, Italia, Finlandia, Spanyol, dan Slovakia. Seluruhnya tersedia 171 divisi Jerman dan 61 divisi satelitnya. Jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jumlah pasukan Jerman pada tahun 1941, tetapi mutunya jauh lebih rendah. Moril dari pasukan-pasukan divisi bukan Jerman yang bertempur ribuan mil jauhnya dari tanah air mereka dan dibawah komando Jerman tidaklah begitu baik.

“Ini sudah dikemukakan kepada Hitler, akan tetapi Hitler pemimpin Nazi yang keranjingan angka-angka besar itu menganggapnya tak penting.”(2) Zeitzler, b. j. d. hal. 116.

Jerman memasuki pingir kota pada bulan Agustus 1942 dan mulai melancarkan serangan gencar untuk memenangkan posisi. Pasukan utama Rusia masih di tepi timur Sungai Volga, dan belum memasuki pertahanan yang dilakukan oleh penduduk kota dan satu garnius tentara. Dalam pertempuran satu lawan satu di jalanan, prinsip manuver cepat Jerman menjadi tidak efektif dibandingkan dengan pertempuran yang telah mereka lakukan di atas tempat terbuka di padang rumput Rusia. Tiga bulan pertempuran berdarah itu memungkinkan Jerman menguasai sembilan puluh persen kota tetapi dengan korban terbanyak di pihak mereka.

Serangan Jerman kali ini merupakan kejutan bagi Rusia karena sebelumnya pimpinan tentara Rusia mengira dan menduga bahwa Jerman akan melakukan serangan yang ditujukan ke arah Moskow, sehingga disitulah kekutan pasukannya dipusatkan. Serangan ini memberikan kemenangan bagi pihak Jerman. Dengan demikian jalan menuju Stalingrad suda terbuka bagi pasukan Jerman namun tiba-tiba Hitler, Panzer Army ke-4 dibutuhkan oleh von Kleist pemimpin Panzer Army ke-1 yang menuju ke Kaukasus padahal bantuan itu tidak dibutuhkan oleh von Kleist. Seharusnya Panzer Army ke-4 bisa dengan mudah merebut Stalingrad tanpa pertempuran yang berarti pada bulan Juli itu. Ketika dua minggu kemudian Panzer Army ke-4 kembali ke Stalingrad, ternyata itu telah terlambat. Dalam kurun waktu itu, Stalin sudah mengumpulkan cukup banyak kekuatan di wilayahStalingrad untuk menghadapi serangan dari Jerman.

       Setelah kejadian ini Hitler mulai bingung, sasaran mana yang hendak dicapai dan dikuasai terlebih dahulu, Kaukasus ataukah Stalingrad?

       Hitler memerintahkan untuk memecah kekuatan pasukan von Kleist untuk membantu front di Stalingrad padahal von Kleist merasa sanggup untuk merebut wilayah bersumber minyak itu. Karena hal itu tentara Hitler tertahan di Kaukasus sementara tentaranya yang satu tertahan di Sungai Volga, di Stalingrad.

       “Dalam musim gugur tahun 1942 itu Hitler melakukan kesalahan klasik dan paling umum dalam sejarah perang-mengabaikan prinsip kosentrasi. Pemencaran kekauatan kita di antara dua tujuan sekaligus, Stalingrad dan Kaukasus, meruntuhkan seluruh kampanye kita.”(19) ibid, hal.160.

       Akibat dari kemacetan itu, Marsekal Wilhelm List diberhentikan dan di akhir September 1942 Kolonel Jenderal Halder dipecat sebagai Kepala Staf Umum dan sebagai gantinya, Hitler mengangkat Kolonel Jenderal Kurt Zeitzler.  

D.      Akhir Peperangan

       Setelah membiarkan kesempatan yang ideal untuk mengepur  Stalingrad pada bulan juli 1942 hilang karena pertahanan Stalingrad belum rampung maka pada musim gugur bulan september, Hitler harus menghadapi front 2000 mil panjangnya dari Leningrad di utara sampai di Kaukasus di selatan, barulah memusatkan perhatian dan kekuatan di Stingrad. Tapi kini Zhukov telah berhasil mengadakan pemusatan kekuatanya di benteng di tepi sungai Wolga.

       Perang telah berlangsung hampir satu setengah tahun di soviet Rusia. Stalin telah mengalami banyak kerugian, ratusan ribu tentaranya tertawan akan tetapi tenaga Hitler pun telah berkurang bila dibandingkan dengan keadaan 1941. Kini Hitler harus mengerahkan divisi-divisi dari negaera satelitnya seperti Rumania, Hungaria, dan sebagainya yang memiliki mutu dan peralatanya inferior.

 Ada dua faktor yang menguntungkan Stalin, yaitu kian dalam masuknya tentara Hitler di Rusia yang luas, maka makin panjang pula garis perhubungannya dengan Jerman sendiri, apalagi jalur logostik dibelakang garis front selalu diganggu oleh bangsa Gerilya. Juga kekurangan bahan bakar yang sangat dirasakan oleh Hitler sehingga untuk menghemat digunakan tenaga onta sebagai alat pengangkut sebaliknya garis perhubungan pusat industri Rusia dengan fron lebih pendek. Dan industri perang itu letaknya dibelakang pegunungan ural yang tak dapat dijangkau pasawat terbang luftwaffe yang telah merosot kekuatanya karena kalah melawan Inggris. Ditambah lagi arus bantuan Amerika-Inggristerus mengalir dan memperkuat kedudukan Stalin.

       Faktor kedua yang menguntungkan Stalin adalah berkat jaminan mata-matanya di Tokyo bahwa Jepang tidak akan menyerang Rusia di Siberia apalagi waktu itu akhir 1942, armada Jepang berturut-turut mendapat pukulan dari Amerika di kepulauan Solomon sehingga Stalin dapat memindahkan tentaranya di Siberia menuju Stalingrad untuk mengantikan ratusan ribu tentaranya yang telah ditawan Hitler. tentara di Siberia itu masih segar sedangkan tentara Hitler yang lebih dari setahun lamanya bertempur kini sudah letih sedangkan cadangan manusia Jerman tak sebanyak Rusia.

Meskipun begitu Hitler ingin tetap sekaligus ingin merebut dua sasaran yaitu kaukasus dan stalingrad. Namun untuk saat ini, lebih difokuskan pada stalingrad. Serangan itu diserahkan kapda tentara ke 6 dibawah pimpinan jenderal Friedrich Paulus. Pasukan besar ini merupakan pasukan yang telah lama bertempur, pasukan inilah yang mencapai kemenangan di Prancis utara pada tahun 1940. Dan sebaliknya, Stalin menaruh harapan kepada tentara ke 62 yang sebagian besar terdiri dari pasukan siberia, yang masih segar dan mendapatkan latihan keras.(3)Theodor Pliever, Stalingrad: the Death of an Army.

Hitler merebut stalingrad lewat jalanan demi jalanan, trumah demi rumah yang pasti akan memberi dampak banyak korban dipihak penyerang.

Pertahanan rusia sangat kuat dan gigih, sehingga pasukan penyerang terpaksa bertempur dijalan raya, merebutnya satu demi satu, blok demi blok, rumah demi rumah. Kerugian yang mereka alami mengerikan dan tenaga tempur pasukan jerman merosot secara mengkhawatirkan, demikian penuturan seorang Jenderal Jerman.
 demikian pula denga semangat bertempurnya.
Stalingrad adalah sebuah kota indrustri dengan gedung-gedung pabrik yang besar-besar, gedung-gedung besar itu dijadikan benteng pertahanan yang sangat baik bagi pihak yang membela kotanya, karena itu Hitler hars membayarnya dengan kerugian yang mahal. Banyak formasi-formasi terbaik tentara kawakan jerman ke-6 yang menjadi korban dijalan raya Stalingrad, yang pada waktu itu telah hancur oleh pemboman dan salvo meriam-meriam Jerman. Meskipun gedung besar itu telah runtuh tetap saja reruntuhan gedung itu merupakan benteng pertahanan.



Serangan yang dimulai pada tanggal 15 September berhenti pada akhir bulan itu. Hitler mendatangkan bala bantuan baru dan pada tanggal 4 oktober serangan baru dimulai dengan dibantu banyak tank dan pesawat pembom. Sepuluh hari lamanya pertempuran ini berlangsung sampai akhirnya pihak Hitler (penyerang) kehilangan semua tenaganya. Dalam arti moril maupun fisik.

Garis pertahanan Jerman diluar kota Stalingrad yang dibela oleh pasukan Rumania, Italia, dan Hongaria terletak bagian terlemah dari mata rantai pasukan Jerman yang hendak mengurung dan menjerat leher Stalin di kota yang memakai namanya ini. Jenderal Zeitzler mengusulkan kepada Hitler supaya tentara ke-6 untuk sementara waktu mengundurkan diri dari kota Stalingrad untuk menyusun kekuatannya kembali, akan tetapi Hitler menolak. Mundur tidak boleh, maju tidak bisa. Jalan ke-3 adalah menunggu ofensif balasan dari Marsekal Gregori Zhukov, yang dibuka dalam bulan November tujuannya sudah tentu kearah bagian terlenah dari garis Jerman yaitu diluar Stalingrad dimana ada divisi-divisi Rumania.

       Saat dimulainya ofensif inipun menguntungkan bagi Rusia, sebab pada permulaan November 42 dilain bagian dari medan perang Afrika terjadi hal-hal lain yang meminta perhatian Hitler: pada tanggal 5 Novevember Rommel dikalahkan di El Alamein oleh Montgomery, dan tiga hari kemudian tentara amaerika dibawa Eisenhower mendarat di Maroko dan Aljazair, sehingga Rommel terjepit kiri-kanan. Suatu bencana sudah diambang pintu, hal ini disadari oleh Zeitzler tapi dia tak dapat mencagahnya. Hitler tak menginginkan adanya perubahan susunan front, karena hal itu menandakan mundur. Dengan daya yang masih ada pasukan-pasukan Zhukov yang makin lama makin mendekat itu dhujani bom dari udara dan peluru artileri jarak jauh , tetapi hal ini hanya dapat mengundurkan saat tibanya gelombang divisi-divisi Zhukov dan tidak untuk mencegahnya. Untuk mencegahnya hanya mungkin dilakukan bila udara dikuasai Jerman, tapu Lutfwaffe telah merosot kekuatannya. Pada tanggal 19 November terbuktilah dugaan Jenderal Zeitzler. Pasukan Rumania, Italia, dan Hongaria diserang oleh pasukan Rusia dari luar. Tujuan Marsekal Zhukov yang memimpin kontrak ofensif ini yaitu ingin mengurung tentara Jerman ke-6 yang berada di Kota Stalingrad. Ketika sekte divisi-divisi Rumania bolong didua tempat dan Jenderal Zeitzler segara menelpon Hitler yang berada di markas besarnya di Bavaria (Jerman Selatan) untuk mengusulakan agar lubang itu ditutup.

       Kembali Zeitzler mendesak Hitler agar melaksanakan pemecahan pengepungan dan satu-satunya cara adalah memperbolehkan Jenderal Paulus mengundurkan diri dari Stalingrad, namun Hitler menolaknya dengan marah. Sementara itu keadaan makin buruk di Jerman, lubang di sektor pasukan Rumania makin lebat dan kini datang tank-tank Zhukov. Korps panser Jerman yang mencoba menahannya diserang oleh pasukan lapis baja Rusia, cuaca yang buruk dan larinya pasukan Rumania menghambat gerak pasukan panzer. Kembali Zeitzler menelpon Hitler supaya paulus mengundurkan diri untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar. Tapi Hitler bersi keras dan tetap menolak. Perubahan satu-satunya yang terjadi dalam diri diktaktor ini ialah keputusannya untuk memindahkan markas besarnya yang berada dalam sebuah kereta api darin Jerman Selatan ke Prusia. .lebih dekat ke medan perang yaitu 1300 mil dari Stalingrad. Hitler sengaja menjaga jarak dari medan perang supaya diri dan perasaan tidak dipengaruhi oleh penderitaan pasukan dalam mengambil keputusan
Saat berada di kereta api istimewanya itu menuju ke Prusia Timur, Hitler memutuskan untuk memindahkan satu divisi berlapis bajanya dari Army group A yang berada di Kaukasus ke Stalingrad. Zeitzler terbang ke Prusia Timur untuk mengemukakan bahwa ini tidak akan menolong Tentara ke-6 yang berada di Stalinrad. Divisi lapis baja itu baru bisa tiba di Stalingrad dalam waktu dua minggu. Sekali lagi jenderal Zeitzler mendesak supaya Hitler mengijinkan kepala jendelar Paulus keluar dari Stalingrad dan menyerang ke arah Barat untuk mencegah pengurungan, tapi sekalilagi Hitler tetap menolaknya dan ia berteriak: “Saya tidak akan meninggalkan Wolga.”

       Tanggal 20 November Zhukov menyerang dari arah selatan, serangan balasa oleh Panzer Corps H jerman gagal dan kini tentara keenam menghadapi pengepungan dari dua jurusan. Sementara itu salju telah mulai turun dan . dimana-mana terdapat es. Hitler murka mendengar kegagalan Panzer Corps H. Ia memerintahkan agar komandan Corps itu dijabut pangkatnya dan dimasukkan ke penjara.
Pada tanggal 22 November, jenderal Paulus mengirim berita radio kepada Hitler, bahwa tentara keenam sudah terkurung.tetepi Hitler tetap memerintahkan paulus beserta stafnya untuk tetep bertahan di Stalingrad.
 Tanggal 22 Januari 1943, tentara merah berhasil merebut Gumrak dan lapangan terbang terakhir yang dikuasai Jerman di Stalingrad. Pasukan Soviet terus melancarkan bombardemen hebat terhadap pasukan Paulus. Setelah melalui pertempuran-pertempuran hebat, akhirnya tanggal 22 Februari 1943 seluruh pasukan Jerman di Stalingrad menyerah kalah, Marsekal Paulus dan para jenderalnya ikut ditawan. Tak kurang dari 91.000 pasukan Jerman masuk camp tawanan Rusia, termasuk 22 orang jenderalnya. Kejatuhan Stalinhrad resmi diumumkan Jerman pada 3 Februari dan dinyatakan sebagai hari berkabunh nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar