Minggu, 13 November 2011

METODELOGI DAN PENELITIAN SEJARAH


Nama               : NOFITA RUSDIANA DEWI
NIM                : 094 284 227
Kelas               : C
Matkul             : Metodelogi dan Penelitian sejarah


1.     Apakah beda antara kritik ekstern dan kritik intern? Terangkan cara-cara untuk membuktikan keduanya.
Perbedaan antara kritik ekstern dan intern dapat kita lihat dari Kritik ekstern untuk meniliti mengenai masalah-masalah otentisitas sedangkan Kritik intern digunakan untuk meneliti mengenai masalah-masalah kredibilitas.
Cara-cara untuk membuktikannya:
·         Kritik Ekstern
Uji Otentisitas
a)      Sejarawan harus menggunakan ujian atau tes yang biasa dipergunakan dalam kepolisian atau kehakiman
b)      Menerka-nerka seakurat mungkin tanggal pembuatan dokumen.
c)      Menyelidiki materi, apakah Anakronistis atau tidak, seperti kertas, usia tinta dsb.
d)     Menerka-nerka seakurat mungkin pengarangnya
e)      Melakukan serangkaian identifikasi terhadap dokumen.
·         Kritik Intern
Kondisi-kondisi yang menguntungkan kredibilitas
a)      Isi pernyataan merupakan hal yang tidak menjadi persoalan bagi saksi, kiranya ia akan bersikap tidak berat sebelah.
b)      Lebih dapat diandalkan. Jika suatu pernyataan merugikan saksi, bagi mereka yang dicintainya atau perjuangannya,  maka pernyataan itu kemungkinan benar.
c)      Fakta yang telah terkenal dan merupakan pengetahuan umum hingga saksi tidak akan salah ataupun berbohong mengenai hal tersebut.
d)     Jika fakta yang tersedia tidak terkenal maka kita harus membandingkannya dengan fakta yang lain.
e)      Apabila pola pikir dan praanggapan seorang saksi diketahui namun ia mengatakan sesuatu yang berbeda dengan hal itu atau menyatakan pernyataan-pernyataanya yang bertentangan dengan ekspetasi atau antisipasi pihak saksi, maka pernyataan itu memiliki tyingkat kredibilitas yang tinggi.


2.      Gambarkan secara singkat mengajarkan teknik-teknik sejarah yang disampaikan oleh Louis Gatsthalk (bab 8) kemudian komentari langkah tersebut menurut anda?
Mempelajari dan Mengajar Teknik-Teknik Sejarah
Alasan mempelajari sejarah adalah suatu rasa ingin tahu yang iseng mengenai masa lampau, baik masalah keluarga maupun masalah negara ataupun sosial.
·         Konsepsi yang lazim mengenai sejarah
Seorang pemula biasanya akan cenderung menggambarkan penelitian sejarah terdiri atas seleksi bahan-bahan dari berbagai buku atau artikel dan menyusunnya kembali menjadi buku. Sistem pendidikan sejarah kita lazim membiasakan untuk menganggap beberapa buku pegangan atau antalogi sumber dan seperangkat “bacaan luar” sebagai sejarah. Bahkan penulisan “Karya Ilmiah” mungkin tidak menggunakan metode sejarah dengan benar, karena pada umumnya karya ilmiah tersebut tidak lebih berisi penyajian tertulis suatu seleksi yang lebih lengkap dan penyusunan yang lebih panjang dalam hubungannya dengan subyek.
·         Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mempelajari dan mengajar teknik-teknik sejarah?
1)      Mendorong rasa ingin tahu mahasiswa
Misalnya dengan memberikan pancingan pertanyaan kepada mahasiswa mengenai suatu peristiwa sejarah sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu tentang apa jawaban dari pertanyaan sejarah tersebut. 
2)      Membantu seorang mahasiswa dalam memilih subjek
Dalam hal ini membantu mahasiswa menentukan bahasan atau subjek apa saja yang bisa dipelajari dan diteliti lebih lanjut dan dikaitkan dengan relevansi bahan, sifat konkrit dan presisi dari subjek serta koherensi dari komposisi yang dapat dikontrol lebih lanjut oleh suatu pembatasan yang luas dari sebuah laporan akhir.
3)      Alat bantu bibliografi dan nasehat ahli
Mahasiswa harus tahu mengenai jenis bibliografi yang dibutuhkan, dan pembimbing membantu dengan meminta daftar bibliografi secara tertulis pada pustakawan serta harus mengembangkan beberapa referensi lainnya. Harus diajar untuk berkonsultasi lewat surat ataupun wawancara dengan ahli yang mungkin dapat memberikan tambahan informasi.
4)      Majalah Sejarah yang hipotesis
Dengan pembimbing mendemonstrasikan bagaimana kerja seorang editor majalah hipotesis dan mengajak mahasiswa belajar maka akan membantu dalam menerangkan kesulitan-kesulitan penyusunan dan pemakaian index untuk memperoleh data dan informasi yang bisa digunakan dalam sebuah penelitian.
5)      Beberapa alat bantu bagi komposisi
Setiap orang yang ingin mengarang suatu pekerjaan, disamping sebuah kamus yang baik, sebaiknya memiliki thesaurus, sebuah kamus-kutipan, sebuah ensiklopedia satu jilid, dan sebuah manual mengenai persoalan tata bahasa dan langgam yang masih dapat diperdebatkan.
6)      Kata yang tepat dan ungkapan yang akurat
Kata yang tepat dan ungkapan yang akurat menjadi penting karena ia berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebuah ungkapan kata-kata yang mencukupi. Tidak hanya harus menciptakan suatu penelaan yang lengkap dan akurat tetapi sebisa mungkin menghindari kata-kata yang hampir memiliki kesamaan makna disamping itu penggunaan istilah-istilah eksak juga diperlukan untuk mempertegas makna.
7)      Identifikasi-identifikasi yang layak
Sebaiknya dalam penulisan tidak memasukkan nama diri seperti nama orang, nama tempat, pengelompokan resmi atau peristiwa kedalam karangannya, tanpa suatu identifikasi. Dimana hal-hal seperti itu akan terasa menggurui dan pedantis.
8)      Mengedit sebuah dokumen
Suatu hal yang harus dihindari oleh sejarawan muda adalah pengutipan yang terlalu panjang dan terlalu sering. Sejarawan muda harus menempatkan dokumen itu pada latar belakang sejarah yang semestinya dan mampu menerangkan mengapa dokumen itu dianggap penting, otentik ataupun tidak otentik.
9)      Menghindarkan Langgam yang dibuat-buat
Seorang pemula cenderung menganggap bahwa alat-alat retoris yang dibuat-buat dapat menambah kebagusan langgamnya. Perumpamaan yang rumit menambahkan pula bahaya klise kiasan yang bercampur.
10)  Ungkapan-ungkapan yang memperlihatkan proses-proses mental
Mengghindari diri dari sikap memperlihatkan proses pemikiran pengarang. Apa yang diinginkan pembaca dan apa yang diperolehnya adalah kesimpulan yang aman, pernyataan yang terjamin, dugaan yang masuk akal. Jika perlu dapat diberikan referensi-referensi didalam catatan untuk memperlihatkan mengapa pernyataan tersebut diungkapkan secara singkat dan dibenarkan.
11)  Berapa draf diperlukan untuk sesuatu komposisi ?
Sebelum menulis, seorang sejarawan seyogyanya merancang artikel atau babnya sehingga ia mempunyai gambaran apa yang menjadi bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhirnya. Seringkali terjadi bahwa draft pertama membawa kesadaran bahwa seluruh komposisi telah digambarkan  secara keliru. Hal itu akan tampak jelas apabila kesimpulan tidak diperoleh secara langsung dan jelas dari bahan-bahan yang telah disajikan. Akibatnya calon pengarang pada tahap itu harus meninjau kembali judul karangannya, apakah sudah cocok dengan apa yang telah ditulisnya, dan apakah perlu menggantinya dengan judul yang baru, sehingga nantinya tidak akan ada tuduhan bahwa judulnya menjanjikan sesuatu yang tidak dapat dipenuhinya. Kemungkinan yang lain adalah pengarang tidak sepenuhnya menyadari kesalahan yang telah ia buat, hingga pada saat ia telah menyelesaikan draftnya yang pertama. Dalam hal ini, sebaiknya ia mulai dari awal lagi dengan selalu mengingat-ingat bagian-bagian dari hipotesisnya, mencoba membuktikan di setiap bagian step by step dalam suatu draft baru.
            Komentar:
Lanhkah-langkah untuk mempelajari dan mengajar teknik-teknik sejarah yang telah ditulis oleh Louis Gottschalk dalam bukunya Mengerti Sejarah telah mencakup semua aspek yang harus diketahui oleh seorang pemula (mahasiswa) dalam mempelajari dan mengajar sejarah. Langkah-langkah ini sangat membantu bagi seorang pemula maupun bagi mahasiswa yang akan mebuat suatu karya sejarah.

3.      Bagaimana cara yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha mengerti masyarakat dan hubungannya dengan generalisasi sosial hal 184? Berilah contoh pada kasus-kasus Indonesia.
Cara yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha mengerti masyarakat dan hubungannya adalah dengan jalan menemukan kontradiksi-kontradiksi dan perkecualian-perkecualian dalam generalisasi-generalisasi ilmu sosial yang terjadi di dalam sejarah.
Contoh kasus yang terjadi di Indonesia adalah saat terjadinya keruntuhan orde baru dan Indonesia reformasi pada tahun 1998. Peristiwa ini telah merubah seluruh kehidupan masyarakat dalam kelas sosial. Para mahasiswa yang memperjuangkan reformasi dianggap sebagai pahlawan dan seluruh masyarakat Indonesia mendapat hak untuk bisa mengemukakan pendapatnya secara terbuka kepada pemerintah melalui perwakilan.

4.      Coba terangkan intisari mengerti sejarah setelah itu buatlah proposal penelitian sejarah.
Intisari dari mengerti sejarah adalah mengambarkan suatu proses atau tahap-tahap yang harus benar-benar dipahami oleh para sejarawan agar ia bisa menjadi seorang sejarawan sejati. Seorang sejarawan yang ingin menulis sebuah buku sejarah hendaknya ia harus benar-benar mengerti mengenai apa itu sejarah yang telah terangkum semuanya didalam mengerti sejarah agar dapat menghasilkan buku yang telah teruji ke otentisitas dan kredibilitasnya.
Mengerti sejarah mengajarkan kepada kita mengenai teori sejarah, metode-metode penelitian sejarah dan ilmu sejarah itu sendiri.
Mengerti sejarah ini terdiri dari tiga bagian yaitu: sasaran sejarah, metode-metode bagi peneliti sejarah, dan teori sejarah. Jika soerang mahasiswa dapat menguasai setiap materi yang tersaji didalam mengerti sejarah maka ia bisa disebut sebagai seorang sejarawan.





PROPOSAL
Daendels di Indonesia 1808-1811
 

Nama               : NOFITA RUSDIANA DEWI  
NIM                : 094 284 227
Kelas               : C
Matkul             : Metodelogi dan Penelitian sejarah

PENDAHULUAN

I.       Latar Belakang

Dari tahun 1799 sampai pada tahun 1807 Indonesia dikuasai oleh Bataafsche Republiek yang pada tahun 1807 dihapus oleh Kaisar Napoleon Bonaparte dan diganti bentunya menjadi Koninkrijkn Holland dibawah pimpinan raja Louis Napoleon Bonaparte, adik kaisar Napoleon. Dari perubahan ini, Indonesia menjadi jajahan kerajaan Belanda. Karena Prancis dan Belanda terlibat perang besar dengan Inggris, dan peperangan itu telah merembet ke Indonesia. Ketika William V dari negeri Belanda berhasil melarikan diri ke Inggris pada tahun 19755, dia mendapat tempat tinggal kiew dan mengeluarkan apa yang dikenal dengan surat-surat kiew. Dokumen ini memerintahkan para pejabat jajahan Belanda untuk menyerahkan wilayah mereka kepada orang-orang Inggris supaya tidak jatuh ke tangan Prancis. Berdasarkan otaritas ini, dan dengan kapal serta senjata yang lebih banyak  daripada yang dimiliki oleh pihak Belanda di Indonesia, maka orang-orang Inggris berhasil merebut atau diberi beberapa pos di Indonesia. Pada tahun 1795, mereka berhasil menduduki Padang dan Malaka kemudian Ambon dan Banda pada tahun 1796. Mulai tahun 1795, pihak Inggris meningkatkan blokadenya terhadap Batavia. Dengan mengacaukan ekspor kopi, blokade ini sangat memegang pendapatan pemerintahaan Belanda. Dengan jatuhnya pangkalan utama Prancis di Mauritius pada akhir tahun 1810, pihak Inggris telah siap merebut jantung jajahan Belanda yakni Pulau Jawa.
Maka Louis Napoleon memilih seorang yang cakap yang dapat diangkat menjadi Gubernur Jendral dalam masa sulit ini. Tugas ini diserahkan kepada Daendels dan tugasnya yang terpenting adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris yang kuat. Ia datang ke Indonesia pada tahun 1808.
Daendels yang menjabat sebagai Gubernur Jendral antara tahun 1808-1811 membuat rencana-rencana untuk mempertahankan pulau Jawa yang sebagian dapat tercapai namun sebagiannya yang lain tidak dapat tercapai. Karena harus mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris yang kuat serta senjata yang lebih banyak, maka perhatian Daendels dipusatkan kepada pertahanan dan ketentaraan.

II.    Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang telah dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana proses penambahan tentara dengan tenaga Indonesia yang  dilakukan oleh gubernur jendral Daenlels untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris?
2.      Bagaimana proses pembuatan jalan pos dari Anyer ke Banyuwangi sebagai salah satu usahanya untuk menambah pertahanan bagi pulau Jawa?
3.      Bagaimana Untuk pertahan laut yang dibuat oleh Daendekls dengan cara membuat perahu-perahu kecil?
4.      Bagaimana usaha pendirikan pelabuhan perang di Merak dan dekat Suranaya yang bertujuan untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris?

III. Batasan Masalah

Penelitian ini terfokus pada usaha-usaha yang dilakukan oleh gubernur jendral Daendels pada tahun 1808 sampai pada tahun 1811 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.

IV. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui proses penambahan tentara dengan tenaga Indonesia yang  dilakukan oleh gubernur jendral Daenlels untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.
2.      Untuk mengetahui proses pembuatan jalan pos dari Anyer ke Banyuwangi sebagai salah satu usahanya untuk menambah pertahanan bagi pulau Jawa.
3.      Untuk mengetahui usaha pertahanan  laut yang dibuat oleh Daendekls dengan cara dengan membuat perahu-perahu kecil.
4.      Untuk mengetahui usaha pendirian pelabuhan perang di Merak dan dekat Surabaya yang bertujuan untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.

V.    Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai usaha-usaha yang telah dilekukan oleh Daendels pada tahun 1808 sampai pada tahun 1881 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar