Nama : NOFITA RUSDIANA DEWI
NIM : 094 284 227
Kelas : C
Matkul : Metodelogi dan Penelitian sejarah
1. Apakah beda antara kritik ekstern dan kritik intern? Terangkan cara-cara untuk membuktikan keduanya.
Perbedaan
antara kritik ekstern dan intern dapat kita lihat dari Kritik ekstern untuk
meniliti mengenai masalah-masalah otentisitas sedangkan Kritik intern digunakan
untuk meneliti mengenai masalah-masalah kredibilitas.
Cara-cara
untuk membuktikannya:
·
Kritik Ekstern
Uji Otentisitas
a) Sejarawan
harus menggunakan ujian atau tes yang biasa dipergunakan dalam kepolisian atau
kehakiman
b) Menerka-nerka
seakurat mungkin tanggal pembuatan dokumen.
c) Menyelidiki
materi, apakah Anakronistis atau tidak, seperti kertas, usia tinta dsb.
d) Menerka-nerka
seakurat mungkin pengarangnya
e) Melakukan
serangkaian identifikasi terhadap dokumen.
·
Kritik Intern
Kondisi-kondisi
yang menguntungkan kredibilitas
a) Isi
pernyataan merupakan hal yang tidak menjadi persoalan bagi saksi, kiranya ia
akan bersikap tidak berat sebelah.
b) Lebih
dapat diandalkan. Jika suatu pernyataan merugikan saksi, bagi mereka yang
dicintainya atau perjuangannya, maka
pernyataan itu kemungkinan benar.
c) Fakta
yang telah terkenal dan merupakan pengetahuan umum hingga saksi tidak akan
salah ataupun berbohong mengenai hal tersebut.
d) Jika
fakta yang tersedia tidak terkenal maka kita harus membandingkannya dengan
fakta yang lain.
e) Apabila
pola pikir dan praanggapan seorang saksi diketahui namun ia mengatakan sesuatu
yang berbeda dengan hal itu atau menyatakan pernyataan-pernyataanya yang
bertentangan dengan ekspetasi atau antisipasi pihak saksi, maka pernyataan itu
memiliki tyingkat kredibilitas yang tinggi.
2. Gambarkan
secara singkat mengajarkan teknik-teknik sejarah yang disampaikan oleh Louis
Gatsthalk (bab 8) kemudian komentari langkah tersebut menurut anda?
Mempelajari dan Mengajar
Teknik-Teknik Sejarah
Alasan
mempelajari sejarah adalah suatu rasa ingin tahu yang iseng mengenai masa
lampau, baik masalah keluarga maupun masalah negara ataupun sosial.
·
Konsepsi yang lazim mengenai sejarah
Seorang pemula biasanya akan cenderung menggambarkan penelitian sejarah terdiri atas seleksi
bahan-bahan dari berbagai buku atau artikel dan menyusunnya kembali menjadi
buku. Sistem pendidikan sejarah kita lazim membiasakan untuk menganggap
beberapa buku pegangan atau antalogi sumber dan seperangkat “bacaan luar”
sebagai sejarah. Bahkan penulisan “Karya Ilmiah” mungkin tidak menggunakan
metode sejarah dengan benar, karena pada umumnya karya ilmiah tersebut tidak lebih berisi penyajian tertulis suatu seleksi
yang lebih lengkap dan penyusunan yang lebih panjang dalam
hubungannya dengan subyek.
·
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mempelajari dan mengajar
teknik-teknik sejarah?
1) Mendorong rasa ingin tahu mahasiswa
Misalnya dengan memberikan pancingan pertanyaan kepada mahasiswa mengenai
suatu peristiwa sejarah sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu tentang apa
jawaban dari pertanyaan sejarah
tersebut.
2) Membantu seorang
mahasiswa dalam memilih subjek
Dalam hal ini membantu mahasiswa menentukan bahasan atau subjek apa saja
yang bisa dipelajari dan diteliti lebih lanjut dan dikaitkan dengan relevansi
bahan, sifat konkrit dan presisi dari subjek serta koherensi dari komposisi
yang dapat dikontrol lebih lanjut oleh suatu pembatasan
yang luas dari sebuah
laporan akhir.
3) Alat bantu
bibliografi dan nasehat ahli
Mahasiswa harus tahu mengenai jenis bibliografi
yang dibutuhkan, dan pembimbing membantu dengan meminta
daftar bibliografi secara tertulis pada pustakawan serta harus mengembangkan
beberapa referensi lainnya. Harus diajar untuk
berkonsultasi lewat surat ataupun wawancara dengan ahli yang mungkin dapat
memberikan tambahan informasi.
4) Majalah Sejarah yang hipotesis
Dengan pembimbing mendemonstrasikan bagaimana kerja seorang editor majalah hipotesis dan
mengajak mahasiswa belajar maka akan membantu dalam menerangkan
kesulitan-kesulitan penyusunan dan pemakaian index untuk memperoleh data dan
informasi yang bisa digunakan dalam sebuah penelitian.
5) Beberapa alat bantu bagi komposisi
Setiap orang yang ingin mengarang suatu pekerjaan, disamping sebuah kamus
yang baik, sebaiknya memiliki thesaurus, sebuah kamus-kutipan, sebuah
ensiklopedia satu jilid, dan sebuah manual mengenai persoalan tata bahasa dan
langgam yang masih dapat diperdebatkan.
6) Kata yang tepat
dan ungkapan yang akurat
Kata yang tepat dan
ungkapan yang akurat menjadi
penting karena ia berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebuah ungkapan
kata-kata yang mencukupi. Tidak hanya harus menciptakan suatu penelaan yang
lengkap dan akurat tetapi sebisa mungkin menghindari kata-kata yang hampir
memiliki kesamaan makna disamping itu penggunaan istilah-istilah eksak juga diperlukan
untuk mempertegas makna.
7) Identifikasi-identifikasi
yang layak
Sebaiknya dalam penulisan tidak memasukkan
nama diri seperti nama orang, nama tempat, pengelompokan resmi atau peristiwa
kedalam karangannya, tanpa suatu identifikasi. Dimana hal-hal seperti itu akan
terasa menggurui dan pedantis.
8) Mengedit sebuah dokumen
Suatu hal yang harus dihindari oleh sejarawan
muda adalah pengutipan yang terlalu panjang dan terlalu sering. Sejarawan muda harus menempatkan dokumen itu pada
latar belakang sejarah yang semestinya dan mampu menerangkan mengapa dokumen
itu dianggap penting, otentik ataupun tidak otentik.
9) Menghindarkan Langgam yang dibuat-buat
Seorang pemula cenderung menganggap bahwa alat-alat retoris yang
dibuat-buat dapat menambah kebagusan langgamnya. Perumpamaan yang rumit
menambahkan pula bahaya klise kiasan
yang bercampur.
10) Ungkapan-ungkapan yang memperlihatkan proses-proses mental
Mengghindari diri dari sikap memperlihatkan proses pemikiran pengarang. Apa yang diinginkan pembaca
dan apa yang diperolehnya adalah kesimpulan yang aman, pernyataan yang terjamin, dugaan yang masuk
akal. Jika perlu dapat diberikan referensi-referensi didalam catatan untuk
memperlihatkan mengapa pernyataan tersebut diungkapkan secara singkat dan
dibenarkan.
11) Berapa draf
diperlukan untuk sesuatu komposisi ?
Sebelum menulis,
seorang sejarawan seyogyanya merancang artikel atau babnya sehingga ia
mempunyai gambaran apa yang menjadi bagian awal, bagian tengah, dan bagian
akhirnya. Seringkali terjadi bahwa draft pertama membawa kesadaran bahwa
seluruh komposisi telah digambarkan
secara keliru. Hal itu akan tampak jelas apabila kesimpulan tidak
diperoleh secara langsung dan jelas dari bahan-bahan yang telah disajikan.
Akibatnya calon pengarang pada tahap itu harus meninjau kembali judul
karangannya, apakah sudah cocok dengan apa yang telah ditulisnya, dan apakah
perlu menggantinya dengan judul yang baru, sehingga nantinya tidak akan ada
tuduhan bahwa judulnya menjanjikan sesuatu yang tidak dapat dipenuhinya.
Kemungkinan yang lain adalah pengarang tidak sepenuhnya menyadari kesalahan
yang telah ia buat, hingga pada saat ia telah menyelesaikan draftnya yang
pertama. Dalam hal ini, sebaiknya ia mulai dari awal lagi dengan selalu
mengingat-ingat bagian-bagian dari hipotesisnya, mencoba membuktikan di setiap
bagian step by step dalam
suatu draft baru.
Komentar:
Lanhkah-langkah
untuk mempelajari dan mengajar teknik-teknik sejarah yang telah ditulis oleh
Louis Gottschalk dalam bukunya Mengerti Sejarah telah mencakup semua aspek yang
harus diketahui oleh seorang pemula (mahasiswa) dalam mempelajari dan mengajar
sejarah. Langkah-langkah ini sangat membantu bagi seorang pemula maupun bagi
mahasiswa yang akan mebuat suatu karya sejarah.
3. Bagaimana
cara yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha
mengerti masyarakat dan hubungannya dengan generalisasi sosial hal 184? Berilah
contoh pada kasus-kasus Indonesia.
Cara
yang paling baik bagi sejarawan untuk memberikan sumbangan kepada usaha
mengerti masyarakat dan hubungannya adalah dengan jalan menemukan
kontradiksi-kontradiksi dan perkecualian-perkecualian dalam generalisasi-generalisasi
ilmu sosial yang terjadi di dalam sejarah.
Contoh
kasus yang terjadi di Indonesia adalah saat terjadinya keruntuhan orde baru dan
Indonesia reformasi pada tahun 1998. Peristiwa ini telah merubah seluruh
kehidupan masyarakat dalam kelas sosial. Para mahasiswa yang memperjuangkan
reformasi dianggap sebagai pahlawan dan seluruh masyarakat Indonesia mendapat
hak untuk bisa mengemukakan pendapatnya secara terbuka kepada pemerintah
melalui perwakilan.
4. Coba
terangkan intisari mengerti sejarah setelah itu buatlah proposal penelitian
sejarah.
Intisari
dari mengerti sejarah adalah mengambarkan suatu proses atau tahap-tahap yang
harus benar-benar dipahami oleh para sejarawan agar ia bisa menjadi seorang
sejarawan sejati. Seorang sejarawan yang ingin menulis sebuah buku sejarah
hendaknya ia harus benar-benar mengerti mengenai apa itu sejarah yang telah
terangkum semuanya didalam mengerti sejarah agar dapat menghasilkan buku yang
telah teruji ke otentisitas dan kredibilitasnya.
Mengerti
sejarah mengajarkan kepada kita mengenai teori sejarah, metode-metode
penelitian sejarah dan ilmu sejarah itu sendiri.
Mengerti
sejarah ini terdiri dari tiga bagian yaitu: sasaran sejarah, metode-metode bagi
peneliti sejarah, dan teori sejarah. Jika soerang mahasiswa dapat menguasai
setiap materi yang tersaji didalam mengerti sejarah maka ia bisa disebut
sebagai seorang sejarawan.
PROPOSAL
Daendels di Indonesia
1808-1811

Nama : NOFITA RUSDIANA DEWI
NIM : 094 284 227
NIM : 094 284 227
Kelas : C
Matkul : Metodelogi dan Penelitian sejarah
PENDAHULUAN
I. Latar
Belakang
Dari
tahun 1799 sampai pada tahun 1807 Indonesia dikuasai oleh Bataafsche Republiek
yang pada tahun 1807 dihapus oleh Kaisar Napoleon Bonaparte dan diganti
bentunya menjadi Koninkrijkn Holland dibawah pimpinan raja Louis Napoleon
Bonaparte, adik kaisar Napoleon. Dari perubahan ini, Indonesia menjadi jajahan
kerajaan Belanda. Karena Prancis dan Belanda terlibat perang besar dengan
Inggris, dan peperangan itu telah merembet ke Indonesia. Ketika William V dari
negeri Belanda berhasil melarikan diri ke Inggris pada tahun 19755, dia
mendapat tempat tinggal kiew dan mengeluarkan apa yang dikenal dengan
surat-surat kiew. Dokumen ini memerintahkan para pejabat jajahan Belanda untuk
menyerahkan wilayah mereka kepada orang-orang Inggris supaya tidak jatuh ke
tangan Prancis. Berdasarkan otaritas ini, dan dengan kapal serta senjata yang
lebih banyak daripada yang dimiliki oleh
pihak Belanda di Indonesia, maka orang-orang Inggris berhasil merebut atau
diberi beberapa pos di Indonesia. Pada tahun 1795, mereka berhasil menduduki
Padang dan Malaka kemudian Ambon dan Banda pada tahun 1796. Mulai tahun 1795,
pihak Inggris meningkatkan blokadenya terhadap Batavia. Dengan mengacaukan
ekspor kopi, blokade ini sangat memegang pendapatan pemerintahaan Belanda.
Dengan jatuhnya pangkalan utama Prancis di Mauritius pada akhir tahun 1810,
pihak Inggris telah siap merebut jantung jajahan Belanda yakni Pulau Jawa.
Maka
Louis Napoleon memilih seorang yang cakap yang dapat diangkat menjadi Gubernur
Jendral dalam masa sulit ini. Tugas ini diserahkan kepada Daendels dan tugasnya
yang terpenting adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris
yang kuat. Ia datang ke Indonesia pada tahun 1808.
Daendels
yang menjabat sebagai Gubernur Jendral antara tahun 1808-1811 membuat
rencana-rencana untuk mempertahankan pulau Jawa yang sebagian dapat tercapai
namun sebagiannya yang lain tidak dapat tercapai. Karena harus mempertahankan
pulau Jawa dari serangan tentara Inggris yang kuat serta senjata yang lebih
banyak, maka perhatian Daendels dipusatkan kepada pertahanan dan ketentaraan.
II. Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah yang telah dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
proses penambahan tentara dengan tenaga Indonesia yang dilakukan oleh gubernur jendral Daenlels
untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris?
2. Bagaimana
proses pembuatan jalan pos dari Anyer ke Banyuwangi sebagai salah satu usahanya
untuk menambah pertahanan bagi pulau Jawa?
3. Bagaimana
Untuk pertahan laut yang dibuat oleh Daendekls dengan cara membuat
perahu-perahu kecil?
4. Bagaimana
usaha pendirikan pelabuhan perang di Merak dan dekat Suranaya yang bertujuan
untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris?
III. Batasan
Masalah
Penelitian
ini terfokus pada usaha-usaha yang dilakukan oleh gubernur jendral Daendels
pada tahun 1808 sampai pada tahun 1811 untuk mempertahankan pulau Jawa dari
serangan tentara Inggris.
IV. Tujuan
Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk
mengetahui proses penambahan tentara dengan tenaga Indonesia yang dilakukan oleh gubernur jendral Daenlels
untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.
2. Untuk
mengetahui proses pembuatan jalan pos dari Anyer ke Banyuwangi sebagai salah
satu usahanya untuk menambah pertahanan bagi pulau Jawa.
3. Untuk
mengetahui usaha pertahanan laut yang
dibuat oleh Daendekls dengan cara dengan membuat perahu-perahu kecil.
4. Untuk
mengetahui usaha pendirian pelabuhan perang di Merak dan dekat Surabaya yang
bertujuan untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.
V. Manfaat
Manfaat
dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai
usaha-usaha yang telah dilekukan oleh Daendels pada tahun 1808 sampai pada
tahun 1881 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan tentara Inggris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar