MAKALAH
GEOGRAFI
SEJARAH
“REVOLUSI
INDUSTRI 1700-1900”
Disusun Oleh:
NOFITA
RUSDIANA DEWI
094284227
C
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
S1
PENDIDIKAN SEJARAH
2011
KATA
PENGANTAR
Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Pemurah, tugas Geografi
Sejarah mengenai Revolusi Industri ditinjau dari segi geografis ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Proses penulisan ini mengalami beberapa
kendala namun, berkat kesungguhan dan kerja keras serta bantuan dan dorongan
dari berbagai pihak baik secara langsung maupun secara tidak langsung,
kendala-kendala itu dapat diatasi.
Makalah ini di susun dengan tujuan untuk memenuhi tugas Geografi
Sejarah yang telah diberikan oleh Ibu/Bapak Dosen. Dalam makalah ini disajikan penjelasan tentang Dimana
revolusi industri pertama kali dilahirkan?, Bagaimana proses revolusi industri
terjadi? Dan Apa saja akibat yang ditimbulkan oleh revolusi industri?
Disamping itu makalah ini juga dilengkapi dengan beberapa
foto alat-alat yang ditemukan dan digunakan dalam revolusi industri. Saya telah
berusaha sebaik mungkin untuk mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang bisa
membantu dalam penulisan makalah ini. Dengan segala kerendahan hati, saya
sebagai penulis mengakui bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Sehubungan dengan hal tersebut, tegur sapa, saran, dan kritik yang bersifat
membangun agar buku ini menjadi lebih baik sangat diharapkan dan diterima
dengan tangan terbuka. Mudah-mudahan makalah sederhana ini bermanfaat bagi para
peminat yang ingin dan lebih memehami Revolusi Industri.
Punulis
DAFTAR
ISI
Judul
......................................................................................1
Kata Pengantar ....................................................................2
Daftar Isi
...............................................................................3
BAB I Pendahulu .................................................................4
1.1
Latar Belakang.......................................
4
1.2
Batasan Masalah
............................ ......4
1.3
Rumusan Masalah .......... .............. .......4
1.4
Tujuan Penelitian ...................................5
1.5
Manfaat Penelitian ..... ...........................5
BAB
II Pembahasan ............................................................
6
2.1
Tempat Pertama Kali Revolusi Industri
Dilahirkan .6
2.2
Proses Revolusi Industri Terjadi
...............................7
2.3
Dampak Yang Ditimbulkan oleh Revolusi
Industri..13
BAB III Penutup ....................................................................16
Kesimpulan
....................................................................16
Daftar Pustaka
........................................................................17
Lampiran
..................................................................................18
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Revolusi biasanya diartikan sebagai
suatu perubahan yang terjadi secara cepat, perombakan, pembaharuan yang
radikal, mengganti tatanan lama menjadi tatanan baru dari kehidupan masyarakat.
Namun revolusi lebih sering diartikan orang sebagai suatu pemberontakan.
Revolusi biasanya didahului oleh adanya evolusi melalui proses yang cukup
matang. Meskipun antara revolusi dan evolusi memiliki pengertian yang berbeda
namun antara keduanya sulit dipisahkan.
Revolusi sering juga dilukiskan sebagai
suatu perubahan mendasar yang dapat berakibat mempengaruhi pola pikir masyarakat
atau rakyat, kehidupan, dan cara-cara menata pemerintahan. Revolusi industri
memicu tibulnya berbagai peristiwa yang menjadikan manusia mengerti arti human
nature dan lingkungan masyarakat.
Terjadi berbagai perubahan dalam
industri barang-barang dan dalam perdagangan selama tahun 1700 yang
mengantarkan pada peristiwa revolusi. Revolusi industri menghasilkan cara-cara
menggunakan metode-metode produksi dan pola-pola baru dalam kehidupan ekonomi.
Pada revulusi industri, perubahan tidak hanya terjadi pada aspek industri,
namun juga mengubah kehidupan masyarakat di berbagai aspeknya. Revolusi
industri diwarnai oleh berbagai perubahan. Perubahan cara kerja yang radikal
dari penggunaan tenaga manusia menjadi cara kerja dengan tenaga mesin yang
bekerja secara mekanis. Dengan ini
dimulailah zaman mesin yang memberi sumbangan positif maupun negatif bagi masyarakat.
1.2
Batasan Masalah
Batasan
masalah dari penelitian ini adalah revolusi industri dan segala yang dihasilkan
dari revolusi industri ini dari tahun 1700 sampai pada tahun 1900.
1.3
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah dari penulisan makalah ini sebagai berikut:
1.
Dimana revolusi industri pertama kali
dilahirkan?
2.
Bagaimana proses revolusi industri
terjadi?
3.
Apa saja akibat yang ditimbulkan oleh
revolusi industri?
1.4
Tujuan Penulisan
Penulisan ini memilki tujuan sebagai
berikut:
1. Kita
bisa mengetahui tempat pertama kali revolusi industri dilahirkan.
2. Mengatahui
bagaimana proses revolusi industri terjadi.
3. Mengetahui
akibat yang ditimbulkan oleh revolusi industri.
1.5
Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah revolusi
industri 1700-1900 memberi pemahaman yang lebih kapada semua pembaca. Dimulai
dari kelahiran revolusi industri, proses terjadinya revolusi industri sampai
pada akibat-akibat yang ditimbulkan oleh revolusi industri itu sendiri.
Manfaat
yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini adalah:
1.
Sebagai salah satu tugas mata kuliah
Geografi Sejarah.
2.
Sebagai salah satu kajian dalam
matakuliah Geografi Sejarah.
3.
Menambah pemahaman dan cakrawala
berfikir bagi penulis.
4.
Sebagai bahan diskusi bagi para
mahasiswa agar dapat lebih memahami tentang pengaruh geografi terhadap
perkembangan kebudayaan, politik, agama dan sosial masyarakat.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Tempat Pertama Kali Revolusi Industri Dilahirkan
Untuk
mengetahui mengapa Revolusi Industri terjadi di Inggris dan bukan terjadi di
tempat lain, yang perlu kita ketahui adalah syarat-syarat yang dapat
menimbulkan revolusi industri itu, pendapatan-pendapatan yang merupakan langkah
penting dalam perkembangannya dan akibat pentind dari revolusi itu. Ada
beberapa faktor yang mendorong revolusi industri terjadi di Inggris, yakni
sebagai berikut:
a) Faktor
Geografis
Letak geografis Inggris yang bersebelahan dengan samudra
Atlantik memberikan banyak keuntungan bagi negara ini dan biasanya disebut
sebagai “samudra dunia” pada masa itu. Pergeseran pusat kegiatan ekonomi dari
Laut Tengah ke daerah pesisir Samudra Atlantik, ke negara Inggris dan Belanda. Pergeseran
ini disebabkan karena penemuan jalan menuju benua Amerika dan timbulnya
Kerajaan Turki-Islam dibagian timur Laut Tengah. Akibatnya, sejak abad XVIII
posisi Inggris yang terletak di Samudra Pasifik memperoleh banyak keuntungan
dari segi ekonomi, industri, dan perdagangan yang menyebabkan kemakmuran negara
Inggris mulai meningkat karena keuntungan yang diperoleh.
b) Faktor
Modal
Kemakmuran yang mulai nampak di Inggris pada abad XVIII
mulai nampak dan menempatkan negara tersebut memiliki banyak uang (modal).
Selain itu, perolehan modal yang melimpah ini juga didapatkan dari tanah
jajahan, yakni: emas dari Benggala dan India. Emas yang mengalir dari tanah
jajahan merupakan salah satu syarat yang diperlukan bagi pertumbuhan industri.
Investasi modal digunakan untuk memperluas lalulintas jalan-jalan di Inggris
yang belum dapat dikatakan baik (jalan berpasir, sempit, pada saat musim panas
menjadi jalan yang berdebu dan dalam musim dingin menjadi semacam kubangan).
Dan dari pihak swasta ada yang berinisiatif memperbaiki jalan-jalan namun
dengan memungut cukai jika orang memakai jalan tersebut.
Tampilnya kaum borjuis merupakan kesempatan yang baik untuk
mendapatkan banyak keuntungan. Dengan cara harus meninggalkan cara-cara lama
yang tidak memadai maka dicarilah cara-cara baru sebagai uapaya untuk
meningkatkan usahanya. Misalnya ketika para pemilik pengecor besi mengetahui
bahwa mereka tidak dapat melayani permintaan barang yang meningkat karena
kekurangan bahan bakan pada masa itu karena masih mengguanakan bahan bakar kayu
maka dicobalah pemakainan batu bara yang ternyata memiliki hasil lebih baik.
c) Faktor
Sumber Daya Manusia
Inggris memiliki ilmuwan terkenal yang berhasil mendorong
banyaknya penemuan dalam bidang fisika dan teknologi terapan seperti yang
ditemukan oleh Thomas Newcomen (1663-1792), ia disebut sebagai penemu pertama
mesin uap yang dapat dipakai. Mesin tertua ini hanya dapat dipakai naik turun
saja dan dapat digunakan untuk pompa tambang. James Watt orang yang berjasa
sebagai pembuka jalan bagi modernisasi pertambangan (1736-1819), penemuan mesin
yang ditemukan oleh Thomas Newcomen kemudian disempurnakan oleh James Watt
ketika orang mulai tertarik untuk menggali tambang dengan arang batu dan besi,
gerak turun naik dijadikan gerak putar hingga dapat digunakan untuk berbagai
keperluan. James Hargreaves dikenal sebagai penemu mesin pintal (...-1778),
Richard Arkwright dikenal sebagai penemu mesin tenun(1732-1792), Elie Whitney penemu
cotton gin yakni alat yang dapat mengeluarkan biji dari serabut kapas (1765-1825),
dan George Stephenson dikenal sebagai pemnbuat lokomotif dan pada tahun1830, ia
berhasil mengendarai besi pertama antara Liverpool dan Manchester dengan
kecepatan antara 19-46 km/jam(1781-1840).
Sumber daya manusia ini merupakan salah satu komponen yang
penting didalam revolusi industri.
d) Faktor
Sumber Daya Alam
Inggris memiliki sejumlah potensi daya alam yang menunjang,
seperti: besi dan batu bara yang jumlahnya sangat melimpah, disamping
tersedianya bahan mentah. Tersedianya sumber bahan mentah ini sebagian
didapatkan dari tanah-tanah jajahan yang kemudian diolah menjadi barang jadi
oleh mesin-mesin itu. Inggris memiliki armada laut yang sangat tangguh dan
armada niaganya sangat besar yang menjamin pengangkutan bahan-bahan mentah dan
barang-barang jadi ke dan dari pelabuhan-pelabuhan Inggris dengan lancar dan
aman. Para buruhpun tersedia dalam jumlah besar diperuntukkan guna melayani
mesin-mesin baru. Tenaga-tenaga buruh itu didapat dari bekas petani kecil
korban revolusi Agraria dan banyak juga yang diperoleh dari orang-orang pencari
kerja yang dahulu mendapat nafkah dari industri rumah tangga yang tidak mampu
bersaing dengan industri-industri besar yang mulai bermunculan.
2.2
Proses Revolusi Industri Terjadi
Revolusi
industri ini ditandai dengan adanya perubahan ekonomi dan teknik yang terjadi
di Inggris pada abad XVIII dan XIX. Untuk membahas terjadinya revolusi industri
kita terlebih dahulu membahas berbagai masalah yang medahului terjadinya
revolusi, seperti Revolusi Agraria, Pertekstilan, Transportasi, dan Industri
Besi dan Baja.
1)
Revolusi Agraria
Faktor
penting dalam revolusi industri adalah terjadinya perubahan-perubahan dalam
bidang pertanian yang kemudian disebut sebagai revolusi agraria. Sitem
pembagian tanah untuk tujuan penggrapan yang berlangsung dan merupakan warisan
feodal abad pertengahan tidak dapat
dipertahankan lagi, lebih-lebih pada
awal abad XVIII mulai terasa terjadinya pertambahan penduduk. Sistem manor yang
menempatkan kedudukan lord dan petani, corak ekonomi rumah tangga alam yang
harus memenuhi kebutuhan sendiri secara lambat laun mulai berubah kearah perdagangan
pertanian menuju pada sasaran hasil panen untuk kepentingan pasar.
Pada
pertengahan abad XVIII terjadi gerakan pemagaran yang dianggap sebagai gerkan
revolusi Agraria di Inggris. Pera pemilik tanah memiliki keinginan untuk
meningkatkan hasil pertanian dan pertenakan dengan metode-metode baru yang
ditemukan oleh Jethro Tull, Lord Charles Townshend, dan Robert Bakewell.
Sistem
pemagaran dan ladang tertutup ini sangat menguntungkan bagi pemilik tanah yang
sebagai petani besar mengelola ladangnya sendiri namun sangat tidak
menguntungkan bagi golongan petani kecil yang pada akhirnya mereka terpaksa
menjual tanahnya kepada petani besar. Dengan demikian mereka menjadi
orang-orang yang tidak memiliki tanah dan untuk mencari nafkah mereka menjadi
buruh di usaha-usaha pertanian besar ataupun pabrik-pabrik yang sudah banyak
mulai bermunculan. Meskipun sistem pemagaran dan ladang tertutup ini memberikan
dampak negatif pada para petani kecil, tetapi dilihat dari kepentingan bangsa
Inggris secara keseluruhan, sistem ini merupakan suatu keharusan. Berkat sistem
ini produksi pertanian dan peternakan dapat ditingkatkan. Peningkatan ini
sangat perlu mengingat terjadinya peningkatan jumlah penduduk di Inggris. Dari
pertengahan hingga akhir abad XVIII penduduk Inggris dan Wales meningkat dari 6
juta menjadi 9 juta, dan seabad kemudian bahkan meningkat menjadi 36 juta jiwa.
Revolusi
Agraria telah menempatkan metode baru di bidang pertanian sehingga mendorong
lebih cepatnya hasil-hasil pertanian seiring dengan laju pertambahan penduduk
pada masa itu. Akibat Revolusi Agraria telah ditemukan tehnik unsur kimia untuk
pertanian yang diciptakan oleh Von Liebig, seorang sarjana kimia bangsa Jerman
(1840) yaitu melalui pemupukan yang mengandung unsur-unsur kimia, tanah bisa
menjadi lebih subur dan banyak menghasilkan tanaman-tanaman pangan.
2)
Revolusi Pertekstilan
Setelah
tahun 1500 beberapa penemu alat pintal berhasil. Pemakaian cara kerja mesin
pintal dan tenun mendorong terjadinya Revolusi Pertekstilan. Dapat kita katakan
bahwa Revolusi Pertekstilan merupakan awal Revolusi Industri. Alat untuk
memisahkan biji-biji kapas yang masih terbuat dari kayu membutuhkan banyak
tenaga manusia dan hal ini dinilai tidak efisien mengingat kebutuhan sandang
sejak Abad XVIII di Eropa mulai meningkat. Seperti kita ketahui bahwa pada masa
itu sumber bahan mentah kapas (tree wool) diimpor dari dunia timur dan proses
pembuatan bahan sandang masih manual termasuk pembuatan kain wool. John Kay of
Bury (d.1764) telah menemukan pengganti perkakas tenun manual dengan
menggunakan mesin yang pertama. Penemuan alat ini mendorong percepatan cara
kerja alat itu dalam memproses pembuatan kain.
Dalam tahun 1700, produksi tekstil terbesar dan terkenal adalah Inggris.
Akibat uang melimpah, orang-orang dapat menanam modalnya dalam pemakaian mesin
baru. Penemuan masin-mesin baru ini mendorong banyak didirikan pabrik-pabrik
tekstil yang didirikan di tepi sungai-sungai deras karena daya pengeraknya
adalah air bukan lagi manusia. Namun setelah menggunakan tenaga uap,
pabrik-pabrik dapat didirikan dimanapun.
Penggatian
dari tenaga manusia ke tenaga mesin yang bersifat mekanis, tidak terlepas dari
pertumbuhan penduduk Eropa yang meningkat. Daerah-daerah koloni Inggris
khususnya di Amerika Utara sangat membutuhkan sandang dan untuk mencukupi hal
tersebut, jumlah produksi harus ditingkatkan secara cepat melalui penggunaan
mesin. James Hargreave, Richard Arkwright, dan Elie Whitney merupakan para
penemu mesin baru dan berjasa menemukan cotton
gin yaitu mesin pemisah biji kapas dan memudahkan kapas tampak lebih putih.
Sejak digunakan cotton gin dalam waktu sehari menghasilkan ratusan pound kapas
bersih dan produksi kapas di Amerika Serikat melonjak tajam dari 189.000 pound
pada tahun1791 menjadi 2.000.000 pound dalam tahun 1860, dan patahun 1900
menjadi 5.000.000 pound.
Persaingan
tekstil dari dunia Timur mendorong para pengusaha tekstil Inggris untuk merebut
kembali pasarannya di dalam negeri maupun di Eropa dan harus dilakukan
perubahan peningkatan produksi maupun kualias barang. Untuk memenuhi hal
tersebut perlu diciptakan mesin-mesin alat produksi baru.
3)
Revolusi Transportasi
Pertengahan
Abad XVIII, pengangkutan barang dari satu tempat ke tampat lain sangat lamban
dari pada zaman pemerintahan Roma 15 abad sebelumnya dikarenakan buruknya
kondisi jalan-jalan. Jalan-jalan hampir tidak dapat dilalui pada musim dingin,
dan kuda-kuda beban serta sapi-sapi penarik merupakan satu-satunya alat
pengangkut yang dapat digunakan. Sebagian besar kehidupan ekonomi di Inggris
terpusat di daerah-daerah bagian timur, selatan, dan disekitar kota London, dan
pengangkutan barang lewat sungai-sungai dirasa sudah mencukupi mengakibatkan
belum adanya penanganan yang serius untuk memperbaiki jalur perhubungan sampai
pada pertengahan abad ini.
Sarana
transportasi berupa jalan-jalan, jembatan-jembatan, dan alat angkutan harus
disiapkan dengan baik baru disadari oleh Inggris sejak digunakannya batu bara
sebagai bahan bakar pengecor besi dan pengerak mesin-mesin uap. Kehidupan
ekonomi sebagian besar berubah ke utara karena pabrik-pabrik baru hampir
semuanya berlokasi di utara agar dekat dengan tambang-tambang batu bara.
Prasarana jalan amat penting untuk mengangkut bahan-bahan mentah serta
keperluan-keperluan lainya ke pabrik-pabrik dan perkampungan-perkampungan
industri. Hal ini mempermudah dan memperlancar pengangkutan barang-barang jadi
dari daerah-daerah industri ke segala penjuru negeri bahkan kesegala penjuru
dunia. Kaum industrialis mendesak pemerintahan agar jalan-jalan segera
diperbaiki dan Parlemen memberikan respon positif dengan perusahaan dengan apa
yang dinamakan Turnpike Acts yaitu
undang-undang yang memberi wewenang kepada para tuan tanah dan usahawan yang
berniat untuk membangun dan memelihara jalan-jalan serta memungut bayaran dari
orang-orang yang menggunakan jalan tersebut. Dengan adanya undang-undang itu
maka, dalam waktu yang tidak lama jaringan jalan-jalan yang agak bermutu telah
dibangun di Inggris dibawah kekuasaan para pemegang Turnpike namun jalan-jalan
itu masih sukar ditemui apalagi saat musim dingin.
Baru
pada awal Abad XIX dapat dibagun jalan-jalan yang tahan terhadap segala cuaca setelah
Telford dan John Mac Adam menemukan cara-cara ilmiah untuk membangun jalan.
Sementara itu, jalan-jalan yang masih kurang baik dan pungutan yang dirasa
memberatkan bagi pengguna mendorong Duke of Brigewater untuk mengali
saluran-saluran yang dapat digunakan sebagai sarana angkutan air. Hal ini
segera diikuti oleh pengusaha lain sehingga dalam waktu yang relatif
singkatjaringan saluran yang silang menyilang didaratan Inggris telah meliputi
ratusan mil.
Awal abad XIX dilakukan percobaan-percobaan dengan
kapal-kapal yang digerakkan oleh tenaga mesin uap dengan hasil yang cukup
memuaskan. Pada tahun 1820-an, kereta api pertama dicobakan dengan hasil yang
memuaskan pula. George Stephenson (1781-1848) berhasil menemukan lokomotif yang
digerakkan oleh tenaga uap dengan kecepatan 29 mil/jam dari daerah Liverpool ke
Manchester mengalahkan kecepatan kereta uap sebelumnya yang memiliki kecepatan
5 mil/jam. Pemakaian transportasi dengan menggunakan lokomotif temuan
Stepehenson ini mendorong para usahawan untuk memperluas jaringan kereta api di
Inggris. Kereta api memiliki fungsi penting sebagai sarana darat karena tidak
hanya untuk membawa para penumpang tetapi dapat juga digunakan untuk mengangkut
barang. Maka, dibuatlah jalan-jalan kereta api di pusat-pusat industri seperti
yang terdapat di Birmingham, Manchester, Leeds, dan Shaeffied, dan kemudian
dihubungkan dengan setiap pelabuhan di London, Southampton, Plymouth, Bristol,
dan Liverpool.
Penggunaan
mesin uap pada transportasi berkembang dengan cepat dan membantu perkembangan
industri di Inggris. Lebih banyak bahan mentah, bahan bakar, dan bahan
keperluan lainnya dapat diangkut ke daerah-daerah industri, dan sebaliknya,
banyak barang-barang jadi diangkut dan dipasarkan kemanapun di dunia dengan
lebih cepat dan murah.
4)
Revolusi Pengolahan Besi dan Batubara
Kebutuhan
besi yang meningkat mempenggaruhi industri logam menjadi keperluan pokok sebab
perdagangan dan industri yang semakin luas. Sebelum tahun 1760an, penambangan
besi dilakukan secara manual melalui tungku-tungku sederhana dengan menggunakan
arang kayu yang dinilai kurang efisien dan hasilnya juga kurang maksimal
dikarenakan pembuatan barang dari besi belum melalui pemrosesan besi dalam
tanur-tanur yang bersuhu tinggi. Sementara itu, batubara menjadi menjadi barang
tambang penting selama abad XVIII. Orang pertama yang berhasil menemukan batu
bara untuk bahan melebur besi adalah Abraham Darby (sekitar tahun1700) dipicu
penggunaan kayu hutan sebagai bahan bakar sangat merugikan hutan di Inggris dan
menjadi gundul. Melalui percobaan itu, Darby membandingkan bahwa penggunaan
arang kayu tidaklah efisien dan menguntungkan jika dibanding dengan pemakaian
biji batubara. Penggunaan biji batubara ini juga lebih murah serta dapat
menghasilkan barang-barang yang terbuat dari besi dalam jumlah besar.
Penemuan
Darby ini kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh dua insinyur mesin, yakni
John Smeaton (1724-1792) dan Henry Cort (1740-1800). Dalam peleburan biji besi
Darby menggunakan sumber tenaga air dengan komponen isi empat silinder
dilengkapi dengan piston dan katup untuk mengerakkan roda air namun kedua
insinyur itu menggunakan proses baru yaitu puddling
(genangan air). Png-iron (besi tuang) ditempatkan kedalam reverberatory
furnace (tungku yang bergema) kemudian dipanaskan dalam suhu tinggi sampai
berubah menjadi tidak lagi mempunyai unsur karbon (decarbonized) yang berarti oksigennya terdapat dalam sirkulasi
udara dalam tanur tersebut. Berkat penemuan ini produksi besi meningkat dari
48.000 ton pada tahun 1740 menjadi 8.000.000 pada tahun 1884 dan 7,517 puddling dioperasikan. Inggris dikenal
sebagai negara penghasil besi dan baja yang berlimpah dan berkualitas tinggi
dan mendapat julukan workshop of the
world yaitu bengkel Eropa karena melimpahnya hasil industri besi dan juga
menguasai pasar-pasar industri dunia di samping menjadi anutan dalam teknologi
metal. Industrialisasi ini juga meluas ke kontinen, bahkan sampai Amerika
Utara.
2.3
Dampak Yang Ditimbulkan oleh Revolusi
Industri
Revolusi
Industri tidak hanya memacu meningkatnya barang-barang produksi di Inggris
namun juga dapat mengubah struktur sosial kemasyarakatan. Perubahan ini
menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial ekonomi, sistem politik, dan sistem
kekuasaan.
Dampak
yang pertama adalah dalam masalah ekonomi yang membawa akibat sosial yang
mendalam. Yaitu terjadi perpindahan penduduk dari desa-desa ke daerah-daerah
industri yang sebagian besar terletak di Inggris barat laut. Ditinjau dari
aspek sosial, terjadinya perubahan struktur masyarakat. Sebelum lahirnya
revolusi industrio masyarakat Inggris merupakan masyarakat feodal, raja beserta
kaum bangsawan menempati strata teratas, sedangkan rakyat jelata yang terdiri
dari petani kecil, buruh, pengrajin, dan sebagainya merupakan lapisan bawah.
Setelah revolusi Industri muncul golongan baru, yaitu: 1. Golongan Aristokrat,
kaum bangsawan yang meskipun masih terhormat namun peran mereka dalam bidang
ekonomi telah berkurang dan tersisih; 2. Golongan Borjuis atau kapitalis,
kelompok baru yang muncul. Mereka sebelumnya merupakan para tuan tanah yang
mengalihkan usahanya ke bidang industri, sebagian lagi menjadi kaum pedagang
yang memiliki modal besar dan para bankir. Golongan ini tidak menguasai
sebagian besar ekonomi negara namun menguasai bidang politik melalui Majelis Rendah;
3. Golongan Menengah ini terdiri dari para pegawai, pedagang kecil yang
hidupnnya tidak tergantung pada pertanian; 4. Kaum Buruh Pabrik, jumlahnya
semakin hari semakin besar. Mereka bernasib tidak baik, upah mereka sangat
ditentukan oleh para majikan; 5. Petani Kecil, hidupnya semakin sulit karena
peranan pertanian semakin merosot.
Dampak
Revolusi Industri di bidang ekonomi. Berbagai pendirian pabrik sangat
membutuhkan kapital. Hal ini memunculkan para pembisnis yang bertindak sebagai
pengusaha. Para kapitalis membentuk usaha bersama, membentuk organisasi
perdagangan (koporasi). Mereka menganut ekonomi liberal jadi menolak segala
campur tangan negara dalam perusahaan, sebab dianggap sebagai paksaan gilda
yang mereka anggap telah menjadi usang.
Muncul
sistem kerja pabrik dan timbul apa yang dinamakan buruh pabrik. Kaum borjuis
yang sebagian menjadi kaum industrialis semata-mata mencari dan memupuk
kekayaan, mereka hanya memperhatikan hal-hal yang menurut mereka dapat
memperbesar keuntungan. Dalam hal ini yang menjadi korban adalah kaum buruh
karena mereka kawatir kehilangan sebagian keuntungannya jika memperhatikan dan
mengusahakan kesejahteraan kaum pekerja. Tenaga murah sengaja dieksploitasi,
para buruh dipaksa bekerja 10-18 jam sehari sesuai keinginan majikan. Para
majikan yang telah menjadi kaya dan melihat negaranya menjadi kuat dan disegani
berkat usaha mereka, tidak mengalami kesulitan dalam menemukan alasan-alasan
mengapa kaum buruh sedemikian keadaanya. Mereka menentang usaha-usaha pemerintah
untuk mencampuri dalam urusan-urusan ekonomi yang dapat dianggap merugikan
kepentingan mereka. Kaum borjuis atau kapitalis memiliki slogan laissez faire (biarkan saja) keadaan ini bukan kesalahan
siapapun, melainkan sudah merupakan akibat alamiah berlakunya hukum-hukum
ekonomi, demikian pandangan kaum kapitalis.
Dampak
dalam bidang ketenagaaan menjadikan posisi tenaga kerja buruh sebagai kelas
yang tertindas. Mereka dikenal sebagai kelompok proletariat, bekerja di pabrik
dan menerima upah yang terlalu murah, bekerja sangat lama, tidak ada jaminan
sosial, serta hidupnya semakin sulit.
Revolusi
industri juga menghasilkan kaum tehnokrat atau tehnisi yang memegang peranan
penting dalam dunia industri. Karena tanpa kemahiran yang mereka miliki
tentunya tidak ada pabrik yang dapat berjalan atau bahkan didirikan. Kaum
tehnisi memperoleh penghargaan tinggi baik dalam arti materiil maupun status
sosial namun mereka tidak ikut memainkan peran penting dalam gerakan sosial dan
politik yang sedang dan akan terjadi.
Produksi
mekanis juga menunjukkan dampak segi negatif. Selain menghasilkan kemakmuran,
zaman mesin ini juga telah membawa bencana yang tidak terelakkan. Meskipun
orang mencegah peraturan sosial mengenai upah rendah, kerja bagi wanita dan
kanak-kanak, kerja malam dan perumahan yang buruk, tetapi disitu masih terdapat
problem sosial, seperti berjejalnya penduduk di kota-kota, berkuasanya motif
mencari untung, kerangnya hubungan kewargakotaan dan keagamaan. Selama periode
industrialisasi, telah menunjjukkan kemajuan hasil industri yang sangat pesat
di antara tahun1750-1850, produksi perkapita bertambah dua setengah kali. Kelas
Atas dan kelas Menengah memperoleh keuntungan di antara kehidupan kaum pekerja
yang miskin.
Proletariat
industri tergantung dari perekonomian dunia dan mereka sangat dieksploitasi.
Organisasi pabrik, kehidupan di pabrik, dan efisiensi tehnis tidak
memperhitungkan kemanusiaan dan nilai-nilai pekerja sebagai manusia, maka
akibatnya sebagai reaksi keras kerap kali timbul agitasi yang berkobar-kobar.
Hubungan antara kapital dengan pekerja menimbulkan masalah sosial yang tidak
dapat dipecahkan hanya dengan philantropy. Pekerja mulai sadar akan
kedudukannya dan menjadi semakin peka terhadap aturan perbaikan masyarakat.
Damapak
negatif lain yang ditimbulkan adalah hancurnya tata nilai lama. Bagi mereka
yang dulu terbiasa bekerja di desa kemudian tinggal dan bekerja di kota, tidak
saja sistem kerja yang dirombak tetapi juga seluruhsusunan kehidupan sosialnya
berubah. Mereka dicampakkan seorang diri ditengah-tengah kebisingan mesin dan
pabrik, dimana hanya ada oersaingan dan setiap orang hanya bisa menolong
dirinya sendiri. Kehidupan keluarga hilang karena kemiskinan, jerih payah dan
jam-jam kerja yang panjang. Sistem kekerabatan hilang karena tidak ada waktu
untuk bersantai dan tidak ada tempat berteduh untuk bercengkrama. Para buruh
dari desa datang tanpa ketrampilan, tidak hanya kehilangan hak-hak dan harga
diri namun juga kehilangan tradisi dan sistem nilai yang pernah ada. Alam industri membuat manusia bekerja bukan
menurut keinginannya sendiri tetapi diatur oleh kepentingan pihak lain dan
terkadang pekerja diperlakukan seperti mesin. Awal industrialisasi menunjukkan
gejala-gejala pelanggaran hak azasi manusia.
Selama
awal abad XIX, telah terjadi beberapa pemberontakan kaum buruh di Inggris pada
tahun 1816, 1822, dan 1830. Mereka tidak hanya menghancurkan pabrik-pabrik
besar di Inggris tetapi juga menuntut agar Parlemen melindungi hak-hak mereka
namun dalam prakteknya Parlemen tidak dapat membelaka kepentingan kaum miskin.
Ikatan sekerja buruh Inggris pada Abad XIX terus berjuang agar hak-hak mereka
dapat terjamin dan terpenuhi. Tahun 1809, pemerintahan Inggris mendirikan
gedung khusus untuk perusahaan asuransi dan diberi nama Room of Lloyd of London. Pada akhir Abad XIX, Lloyd sebagai
perusahaan asuransi disebut-sebut sebagai perusahaan terbesar di dunia.
Perusahaan ini memberikan banyak manfaat bagi para pekerja yang ikut terdaftar
demi memperbaiki nasib dan pekerjaan mereka di masa depan. Tahun 1833, Parlemen
telah membuat undang-undang untuk melindungi para tenaga kerja. Para pengusaha
pabrik dilarang memperkerjakan anak dibawah umur (kurang dari 9 tahun),
anak-anak yang berusia 9-13 tahun dapat dipekerjakan tidak lebih dari 48 jam
per minggu atau 9 jam perhari. Undang-undang ini khusus diterapkan pada
industri pertekstilan. Meskipun undang-undang ini telah dibuat namun
undang-undang ini masih berpihak pada para pemilik pabrik.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Revolusi industri
telah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan kehidupan masyarakat
Inggris maupun masyarakat di dunia. Revolusi industri menghasilkan cara-cara
menggunakan metode-metode produksi dan pola-pola baru dalam kehiduoan ekonomi
dan memberikan beberapa peruabahan dalam industri barang dan dalam perdagangan.
Hal ini memberikan
dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Berbagai perusahaan yang dihasilkan
oleh proses industrialisasi berpengaruh bagi perkembangan transportasi,
komunikasi dan perdagangan. Meskipun kekayaan yang besar telah dihasilkan namun
distribusi kekayaan tidak dapat dicapai secara merata dan terjadi kesenjangan
sosial. Masyarakat yang hidup di kawasan industri menghadapi berbagai problem
seperti polusi, kemacetan, kebisingan, dan perkampungan kumuh. Dengan revolusi
industri maka zaman mesin telah dimulai. Irama mesin telah mengubah corak
kehidupan dunia kita sampai saat ini.
Daftar
Pustaka
Sundoro, Mohammad
Hadi.2007.Dari Renaisans sampai Imperialisme
Modern.Jember:University Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar