KHMER DAN BANGKOK
- Kerajaan
Khmer di Kamboja sampai pada tahun 1001
Lenyapnya kerajaan Funan
pertengahan abad ke-6, menurut catatan orang cina disebabkan oleh pemberontakan
negara feodal bernama Chenla. Buku History of The Sui, melukiskan
kejadian-kejadian itu sebagai berikut : ”Kerjaan Chenla di barat daya Linyi.
Asalnya adalah daerah vassal kerajaan Funan. Funan sendiri membentang meliputi
bagian selatan Kamboja dan Cochin China sekarang. Sebelum penaklukkan Funan ibu
kota Chenla terletak dekat sebuah pegunungan yang di sebut ”Ling-Kia-Po-Po”
atau Linggaparwata tempat sebuah candi untuk memuja dewa ”P’o-To-Li” atau
Badreswara yang oleh raja diberi persembahan korban manusia di waktu malam
setiap tahun.
Bhawawarman ”Siwa sebagai
Pelindung”,yang tertua dari dua bersaudara memimpinpemberontakan melawan Funan,
dan beliau menjadi raja Chenla melalui perkawinan dengan puteri Lakhsmi dari
dinasti Kambhu-Mera, yang terjadi sekitar satu setengah abad sebelum peristiwa
itu terjadi. Ayahnya Wirawarman disebut dalam prasasti sebagai tuan tanah
dibawah Funan. Kakeknya bernama ”Sarwa Bhauma” merupakan dinasti Bulan yang
telah didirikan oleh Kaundiya dan Soma.
Apa yang terjadi ketika
Rudrawarman raja terakhir kerajaan Funan lenyap dari sejarah tidak ada yang
tahu. Coedes mengira bahwa sesutu telah tejadi untuk memulihkan garis keturunan
resmi sehingga hal ini mendorong saudara-saudara Bhawawarman dan Citrasena
untuk menempatkan dirinya sebagai pemimpin untuk mempertahankan hak-hak mereka
sebagai cucu raja terakhir yang memerintah. Masa pemerintahan Bhawawarman
merupakan jaman kemakmuran bagi kerajaan Chenla dan saudaranya Citrasena yang
mengepalai angkatan perang. Berapa lama pastinya pemerintahan Bhawawarman tidak
diketahui, Citrasena mengantikannya sekitar tahun 600 dan memakai gelar
Mahendrawaraman ”Indra yang Agung sebagai Pelindung”. Beliau menaklukkan lembah
sungai Mun dan memperingatinya dengan membangun lingga-lingga yang di abadikan
pada Girisa, Dewa Gunung. Prasastinya terdapat di sepanjang sungai Mekong dekat Kratie dan Stung Treng dan
kebarat sejauh Buriman dan Surin.
Puteranya, Isnawarman yang
mengantikannya sekitar tahun 611 dan diakui oleh orang Cina. Isnawarman I
meluaskan kekuasaannya ke barat sampai daerah yang kemudian menjadi pusat
kerajaan Angkor. Isnawarman memindahkan ibu kotanya ke Stung Sen. Kota baru ini
disebut Isanapura. Alasan pemindahan itu adalah politik perluasan ke barat
karena ibu kotanya yang lamadi Mekong terlalu dekat dengan perbatasan timur.
Menurut sumber Cina Isnawarman I memerintah sampai tahun 635, prasasti
terakhirnya bertahun 628-629. pengantinya Bhawawarman II, beliau diduga seorang
putera dari putera yang namanya lenyap dari sejarah. Hanya satu prasastinya
yang dapat di pastikan tahunnya : Coedes menyebutkan tahun 639. Beliau digantikan
oleh Jayawarman I yang menurut Coedes adalah puteranya tatapi Brings menolak
ini. Brings berpendapat Jayawarman mungkin termasuk dinasti Isanawarman.
Tahun pemerintahannya terdapat
dalam prasasti yang bertahun 657, tetapi diperkirakan beliau naik tahta lebih
awal. Pemerintahannya berlangsung selama 40 tahun, salah satu prasastinya
menyebutkan beliau ”raja singa yang agung” Jayawarman yang jaya. Beliau
menaklukkan Laos Tengah dan Utara sampai keperbatasan kerajaan Nancho. Daerah
yang luas tidak pernah aman dan perang saudara yang memecah kekaisaran Chenla,
Jayawarman tidak meninggalan putera atau puteri pewaris tahta dan kamboja mengalami masa yang sangat sulit. Dari
prasasti tahun 713, tertulis bahwa janda beliau Jayadewi memerintah setelah
beliau mangkat tetapi gagal mengetahui gerakan separatis yang menentang
kekuasaannya selama hidup.
Segeran setelah tahun 706
negeri Chenla terpecah menjadi dua bagian yaitu Chenla Daratan yang beribukota
di Shambhupura (sambor) dan Chenla Pesisir yang beribukota di Vyandharapura. Di
Chenla Pesisir setelah Jayawarman I mangkat, ada dua dinasti yang berusaha
mendapatkan keungulan yaitu dinasti Bulan di Aninditapura dari keluarga
Baladitya dan dinasti Matahari di Sambhupura. Kerajaan Baladityapura yang telah
ditaklukan oleh oleh isanawarman, telah dibina lagi oleh Nrepatindrawarman yang
memerintah sebagai raja. Ibu kotanya diperkirakan di Angkor Borei. Seorang
puteri raja dari Sambhupura kawin dengan Pushkaraksa, anak laki-laki dari
Nrepatindrawarman. Pushkaraksa kemudian menjadi raja di Sambhupura. Pernikahan
itu ternyata merupakan penaklukan secara terselubung dan akhirnya dinasti Bulan
yang berkuasa. Di Sambhupura Pushkaraksa diterima menjadi raja dengan gelar
Rajendrawarman I. Pada akhir abad ini Chenla Pesisir diserang oleh
perompak-perompak melayu dari jawa .
Jayawarman
II yang memerintah pada tahun 802 merupakan pendiri kerajaan Khmer, beliau
adalah cicit dari Nrepatindrawarman tetapi bukan termsuk garis keturunan
Rajendrawarman I. Jayawarman II adalah seorang pangeran yang pernah tinggal di
lingkungan dinasti syailendra di jawa, mengpa Jayawarman berada di jawa belum
diketahui jelas sebabnya. Ada yang mengatakan bahwa beliau di jawa untuk
menimba ilmu tetapi ada juga yang mengatakan neliau berada di jawa untuk berlindung
selama terjadi kekacauan di Chenla. Hal-hal besar dalam pemerintahannya
terdapat dalam prasasti abad XI, pada batu Sdok Kak Thom. Ketika Jayawarman
telah berkuasa di kerajaan, beliau menyelenggarakan upacara khusus untuk
memproklamirkan kemerdekaannya. Beliau memulai masa pemerintahannya dengan
mendirikan ibu kota yang diberi nama Indrapura, di timur kompong Cham di
dataran rendah mekong. Disana beliau menugasskan seorang Brahmana, Siwakaiwalya
menjadi pendeta pertama yang didirikan sebagai agama resmi. Dewa-Raja itulah
bentuk siwaisme yang terpusat pada pemujaan sebuah Lingga. Tempat sucinya di
puncak suatu candi pegunungan, yang berada di tengah ibu kota dan di anggap
sebagai poros dunia. Sistem Dewa-Raja yang dianut oleh Jayawarman II dan
dilihat dari segi bagunan yang telah yang telah dibuatnya itu merupaka campuran
dari budaya jawa.
Jayawarman
II memindahkan ibu kotanya dari Indrapura ke Hariharalaya kemudian berpindah
lagi ke Amarendrapura dan akhirnya beliau pindah ke Phnom Kulen di bukit-bukit
kulen (Mahendraparwata). Pada masa pemerintahannya beliau membangun tempat suci
berbentuk piramide, pada puncaknya merupakan puncak dunia. Sebelum Jayawarman
II mangkat, beliau kembali ke Hariharalaya dan selama beberapa waktu
penganti-pengantinya terus bermukim di Hariharalaya.
Jayawarman
III, memerintah pada tahun 850-877. Beliau merupakan putera dari Jayawarman II
yang dikenal sebagai pemburu gajah. Banyak bangunan berasal ddari
pemerintahannya tetapi tidak di temukan adanya prasasti.
Indrawarman
I, memerintah pada tahun 877-889. beliau adalah pendiri bangunan Bakong, Candi
Batu Besar pertama dalam gaya agung. Bersama-sama rman pembangunan Kuil Preah
ko, yang didirikannya dan Loley yang didirikan puteranya Yasowarman I.
Yasowarman
I, memerintah pada tahun 889-900. Beliau
adalah pendiri kota pertama Angkor yang kemudian berganti nama Yasondharapura
untuk melebihi candi yang di buat oleh ayahnya, Bakong. Beliau memilih bukit
alam Phnom Bakheng untuk mendirikan candinya, pembuatannya disertai sistem
irigasi air yang baik dan kolam-kolam yang merupakan hasil karya yang luar
biasa. Sedikit yang dapat kita ketahui tentang sejarah kerajaannya. Perluasan
daerah Yasawarman melebihi yang dilakukan oleh jayawarman. Prasasti-prasastinya
berisi tentang penghormatan penuh kepada beliau sebagai pejuang.
Jayawarman
VI, memerintah pada tahun 928-942. Beliau dikenal sebagai perabut tahta yang
menaklukkan Yasondharapura dan beliau mendirikan inu kota baru di Koh Ker.
Beliau digantikan oleh puteranya Harshawarman II,yang memerintah pada tahun
942-944.keterangan tentang pemerintahan Harshawarman tidak diketahui.
Rajendrawarman
II, memerintah pada tahun 944-968. Beliau menurunkan Harshawarman II dan
mengembalikan ibu kota ke Yashondharapura (Angkor). Meskipun beliau seorang
siwaite tetapi prasasti-prasastinya memperlihatkan praktek agama yang
bermacam-macam. Dan sangat toleran.
Raja
terakhir abad itu adalah Jayawarman V yang memerintah pada tahun 968-1001.
Beliau menyempurnakan dan mengabdikan sebuah candi Khmer yang indah, Banteay
Srei atau yang lebih dikenal dengan sebutan ”Benteng Wanita”.
Dalam abad
IX dan X, siwaisme sangat berpengaruh dan menjelang abad XII waisnawisme cukup
kuat mengilhami bangunan-bangunan besar. Tetapi Budhisme juga masih punya
pengikut karena semua agama ini merupakan agama import dari negeri asing. Jadi
mereka mengambil intinya dari ajaran agama itu untuk bertahan dalam toleransi.
- Dari
1001 sampai Angkor ditinggalkan tahun 1432
Raja pertama yang memerintah
pada abad ini adalah Udayadityawarman I memerintah pada tahun 1001-1002, beliau
dijuluki sebagai “seorang raja setan yang terbang melintasi tahta’.
Suryawarman I, memerintah pada
tahun 1002-1050, tidak ada bukti sehubungan dengan lenyapnya Udayadityawarman I
maupun naik tahtanya Suryawarman I. dalam sebuah prasasti digambarkan
Suryawarman mencapai tahta dengan pedangnya yang “membelah lingkaran kepungan
musuh-musuh”. Dua bangunan Suryawarman yang sangat terkenal, Phimean Kas
(istana candi) dan Ta Keo yang telah dimulai dari zaman Jayawarman V. Ta Keo adalah
candi Khmer yang dibangun dengan Batu pasir yang dikelilingi oleh lima menara.
Udayatdityawarman II,
pemerintahanya pada tahun 1050-1066, pada masa ini adalah masa yang menanjak
dalam peperangan orang-orang Khmer. Perang yang pertama pecah jauh di selatan
disebabkan oleh gangguan Cham dari daerah Pandurungan yang di kuasai oleh Raja
Jaya Parameswarawarman. Peperangan selanjutnya terjadi di barat laut, dipimpin
oleh Jendral Kamvau yang mengancam ibu kota tetapi dikalahkan oleh Sangrama.
Ada yang berpendapat bahwa munggkin peperangan itu sebagai hasil daripada
permusuhan raja dengen Budhisme.
Harshawarman III, memerintah
pada tahun 1066-1080. Adik Udayadityawarman II, mencoba memperbaiki kerusakan
yang terjadi akibat dari perang dari masa sebelumnya. Beliau adalh raja yang
cinta damai tetapi akhirnya waktu melawanya. Beliau turun dari tahta oleh suatu
pemberontakan yang di pimpin oleh seorang bangsawan bernama Jayawarman, bukan
dari keluarga raja tetapi merupakan putera dari seorang raja tuan tanah.
Jayawarman VI yang memerintah
pada tahun 1080-1107 mendirikan dinasti baru, pemerintahanyapenuh kesulitan.
Anggota-anggota keluarga Harshawarman III bangkit dan melakukan pemberontakan.
Beliau digantikan oleh
kakaknya Dharanidrawarman I yang memerintah pada tahun 1107-1113. Beliau
merupakan seseorang yang telah berusia lanjut yang telah memasuki asrama tempat
orang suci. Sebuah prsasti mencatat beliau memerintah dengan hati-hatitetapi
beliau tidak mampu menundukkan pemberontakan yang berlangsung. Tugas ini dijalankan
oleh sepupunya dari pihak ibu, seorang pemuda yang penuh ambisi yang
menghancurkan istan Harshawarman III dan menurunkan Daranindrawarman I dengan kelemadannya setelah itu beliau di
nobatkan sebagai raja dengan nama Suryawarman II.
Suryawarman II yang memerintah
pada tahun 1113-1150 menjadi raja yang sangat berkuasa dalam sejarah Khmer,
beliau adalah keponakan Jayawarman VI. Coedes mengomentari, ”kenaikannya
bersamaan dengan kematian Jaya Indrawarman II di Champa dan Kyanzittha di
Pagan”. Suryawarman II adalah raja Kamboja pertama sejak Suryawarman masuk ke
dalam hubungab diplomatik dengan Cina. Dutanya yang pertama diterima di Cina
tahun 1116. yang kedua muncul dalam tahun 1120. delapan tahun kemudian ketika
yang ketiga tiba, kaisar menganugrahkan gelar tinggi kepada raja Chenla. Antara
tahun 1136 dan 1147 terjadi perundingan tentang kesulitan-kesulitan perdagangan
yang telah di p[utuskan secara damai. Suryawarman II sebagai pendiri Angkor Wat
dan jago perang. Dengan pengecualian Banteay Khmer di kaki pegunungan Dangkrek
sekitar seratus mile dari barat laut Angkor, yang dunia.
Kurun waktu sejak kemetiannya
sampai naik tahtanya Jayawarman VII sangat tidak jelas. Tidak ada prasasti
dewasa ini dan keterangan-keterangan mengenai hal itu. Dalam tahun 1160 beliau
digantikan oleh puteranyaYasowaraman II, tetapi bukan pewaris tahta yang
sesunguhnya (sah). Putera sulungnya pergi ke Champa sebagai orang buangan
dengan sukarela. Beliau penganut buddha, yang memiliki pandangan hidup lebih
menarik diri daripada menyebabkan perang saudara.
Yasowarman II, memerintah pada
tahun 1160-1165/1166. pemerintahannya berjalan singkat dan mengalami dua kali
pemberontakan. Yang pertama pemberontakan Rahu, yaitu pemberontakan para petani
menentang kekejaman yang mereka derita akibat keborosan Suryawarman II. Yang
kedua dipimpin oleh Tribuanadityawarman yang mengakibatkan Yasowarman harus
membayar dengan tahta dan jiwanya. Ketika Jayawarman mendengar timbulnya
pemberontakan beliau cepat-cepat kembali untuk menolong saudaranya. Tetapi
beliau sudah terlambat. Beliau mendapatkan sudah mati dan si perebut mahkota
sudah naik tahta.
Jaya indrawarman IV,
memerintah pada tahun 1167-1177. raja dari Chamapa semulai serentetan serangan
terhadap kamboja, serangan dibatasi pada diperbatasan. Tetapi tahun 1177,
karena gagal mendapatkan sejumlah kuda untuk serangan besar, mereka berbalik
menyerang dari laut dengan hasil dikuasainya dan dihancurkannya Angkor.
Pemerintahan jatuh dan pemerintahan pusat jatuh dan meluas.
Jayawarman keluar dari
tempatnya dan menghadapi situasi itu. Mula-mula beliau berhadapan dengan Cham.
Perang laut yang besar yang di ikuti tertulis di tembok Bayon, kuburannya
sendiri dan di Banteay Chmar. Dan berikutnya beliau menundukkan negerinya sendiri
agar setia.
Jayawarman VII, memerintah
pada tahun 1181-1218. Belaiu menegakkan kekuasaannya dengan kokoh. Dan
merayakan penobatannya sebagai raja di Angkor. Tetapi segera setelah itu
terjadi pemberontakan dari negeri jajahan kerajaan Maliang di bagian selatan
tetapi pada akhirnya mereka menyerah. Penaklukan Champa adalah hasil militer
terbesar pemerintahan jayawarman VII. Ibukoya baru yang dibangun oleh
Jayawarman VII adalah Angkot Thom. Ditengah tengah kota, karena raja adlha
pengikut buddha mahayana, dibangun sebuah kuil (candi). Sebuah candi berbentuk
piramid sebagian besar engahnya dihiasi dengan menara emas yang menyangga empat
wajah manusia besar-besar. Wajah-wajah itu merupakan potret jayawarman dalam
bentuk siluman dari Awalokiteswara, seseorang bodhisatwa mahayana (lokeswara). Jayawarman
VII melanjutkan proses pemujaan buddha raja yang berpusat di bayon. Beliau
membangu jalan-jalan besar di ibukota. Disamping jalan ini dibangun 121 tempat
peristirahatan dan 102 rumah sakit. Jayawarman VII mungkin raja terbesar
diantar raja-raja di khmer, pemerintahannya melukiskan puncak kejayaan tetapi
beliau memiskinkan rakyat rakyatnya dengan pejak yang berat, kerja paksa dan
menjadi tentara.
Sejarah Khmer selama sisa
waktu abad ke-XIII sulit didapat. Tidak ada raja besar amujncul setelah jayawarman
VII. Dan banyak karyanya lenyap setelah kematiannya. Salah satu pengganti
jayawarman adalah indrawarman II. Yang meninggal pada tahun 1243.
Jayawarman VIII, memerintah
pada tahun 1243-1295. mempunyai masa perintahan terpanjang. Jayawarman
bertanggung jawab atas patung-patung buddha yang telah didirikan oleh
pendahulunya. Dibawah keepemimpinan beliau, dominasi para brahmana ditegakkan
lagi. Jayawarman VIII berhasil menguasai T’AI yang dewasa ini bernama kerajaan
Siam. Beliau membuat keributan dengan mengacuhkan permintaan mongol untuk
membayar dan menawan utusa Khubilai Khan.
Indrawarman III, memerintah
pada tahun 1295-1297. beliau adakah seorang serdadu yang mengawini putri
jayawarman VIII dan merampas kekuasaan negara dengan menggulingkan mertuanya dan
memenjarakan pewaris tahta yang syah. Indrawarman memasukkan dengan sering
muncul dijalan-jalan dihadapan rakyat ramai, beliau juga membuat perombakan
politik. Indrawarman III menyambut utusan mongol dengan jamuan kehormatan dan
membayar upeti. Beliau juga mampu menahan serangan T’ai dan mengurangi bahaya.
Sedikit diketahui tentang
pemerintah dua orang pengganti Indrawarman, yaitu Indrajayawarman yang
memerintah pada tahun 1308-1327 dan Jayawarman parameswara yang memerintah pada
tahun 1327-? . yang kedua ini adalah raja terakhir yang disebut dalam
prasasti-prasasti sebagai eaja Kamboja dan tahun akhir pemerintahannya tidak
diketahui.
Kerajaan tetangga dari barat,
yaitu kerajaa T’ai yang pertama dari Sukhothai telah ditaklukkan oleh kerajaan
T’ai yang lain, yaitu Ayutaya. Antara tahun 1350 terjadi perang yang tak
henti-hentinya antara T’ai dan Khmer, Angkor direbut Siam pada tahun 1431.
Tahun 1414 Khmer mengadu kepada Cina bahwa Cham menyerang dan menghalangi
pengiriman utusan ke Istana Kaisar. Khmer tidak menunjukkan kelemahan pada saat
di serang oleh Cham tetapi Khmer (Angkor) jatuh dikarenakan ketidaksetiaan.
Seorang bangsawan Sian telah di naikkan tahta sebagai raja boneka sedangkan
putera Kamboja yang berhak menyandang mahkota mengatur usaha pembunuhan dan
kemudian Ia sendiri di nobatkan sebagai raja di Angkor. Angkor Thom tidak di
anggap aman sebagai Ibukota sehingga beliau memindahkan ibukotanya pada tahun
1432, yang pertama ke Basan di propinsi Srei Santhor di sebelah timur Mekong
dan tahun 1434 ke Phnom Penh. Pengosongan Angkor akhirnya menghetikan masa
kejayaan kebudayaan Khmer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar