Kamis, 26 Januari 2012

SEJARAH ASIA TENGGARA


KHMER DAN BANGKOK

  1. Kerajaan Khmer di Kamboja sampai pada tahun 1001

Lenyapnya kerajaan Funan pertengahan abad ke-6, menurut catatan orang cina disebabkan oleh pemberontakan negara feodal bernama Chenla. Buku History of The Sui, melukiskan kejadian-kejadian itu sebagai berikut : ”Kerjaan Chenla di barat daya Linyi. Asalnya adalah daerah vassal kerajaan Funan. Funan sendiri membentang meliputi bagian selatan Kamboja dan Cochin China sekarang. Sebelum penaklukkan Funan ibu kota Chenla terletak dekat sebuah pegunungan yang di sebut ”Ling-Kia-Po-Po” atau Linggaparwata tempat sebuah candi untuk memuja dewa ”P’o-To-Li” atau Badreswara yang oleh raja diberi persembahan korban manusia di waktu malam setiap tahun.
Bhawawarman ”Siwa sebagai Pelindung”,yang tertua dari dua bersaudara memimpinpemberontakan melawan Funan, dan beliau menjadi raja Chenla melalui perkawinan dengan puteri Lakhsmi dari dinasti Kambhu-Mera, yang terjadi sekitar satu setengah abad sebelum peristiwa itu terjadi. Ayahnya Wirawarman disebut dalam prasasti sebagai tuan tanah dibawah Funan. Kakeknya bernama ”Sarwa Bhauma” merupakan dinasti Bulan yang telah didirikan oleh Kaundiya dan Soma.
Apa yang terjadi ketika Rudrawarman raja terakhir kerajaan Funan lenyap dari sejarah tidak ada yang tahu. Coedes mengira bahwa sesutu telah tejadi untuk memulihkan garis keturunan resmi sehingga hal ini mendorong saudara-saudara Bhawawarman dan Citrasena untuk menempatkan dirinya sebagai pemimpin untuk mempertahankan hak-hak mereka sebagai cucu raja terakhir yang memerintah. Masa pemerintahan Bhawawarman merupakan jaman kemakmuran bagi kerajaan Chenla dan saudaranya Citrasena yang mengepalai angkatan perang. Berapa lama pastinya pemerintahan Bhawawarman tidak diketahui, Citrasena mengantikannya sekitar tahun 600 dan memakai gelar Mahendrawaraman ”Indra yang Agung sebagai Pelindung”. Beliau menaklukkan lembah sungai Mun dan memperingatinya dengan membangun lingga-lingga yang di abadikan pada Girisa, Dewa Gunung. Prasastinya terdapat di sepanjang  sungai Mekong dekat Kratie dan Stung Treng dan kebarat sejauh Buriman dan Surin.
Puteranya, Isnawarman yang mengantikannya sekitar tahun 611 dan diakui oleh orang Cina. Isnawarman I meluaskan kekuasaannya ke barat sampai daerah yang kemudian menjadi pusat kerajaan Angkor. Isnawarman memindahkan ibu kotanya ke Stung Sen. Kota baru ini disebut Isanapura. Alasan pemindahan itu adalah politik perluasan ke barat karena ibu kotanya yang lamadi Mekong terlalu dekat dengan perbatasan timur. Menurut sumber Cina Isnawarman I memerintah sampai tahun 635, prasasti terakhirnya bertahun 628-629. pengantinya Bhawawarman II, beliau diduga seorang putera dari putera yang namanya lenyap dari sejarah. Hanya satu prasastinya yang dapat di pastikan tahunnya : Coedes menyebutkan tahun 639. Beliau digantikan oleh Jayawarman I yang menurut Coedes adalah puteranya tatapi Brings menolak ini. Brings berpendapat Jayawarman mungkin termasuk dinasti Isanawarman.
Tahun pemerintahannya terdapat dalam prasasti yang bertahun 657, tetapi diperkirakan beliau naik tahta lebih awal. Pemerintahannya berlangsung selama 40 tahun, salah satu prasastinya menyebutkan beliau ”raja singa yang agung” Jayawarman yang jaya. Beliau menaklukkan Laos Tengah dan Utara sampai keperbatasan kerajaan Nancho. Daerah yang luas tidak pernah aman dan perang saudara yang memecah kekaisaran Chenla, Jayawarman tidak meninggalan putera atau puteri pewaris tahta dan kamboja  mengalami masa yang sangat sulit. Dari prasasti tahun 713, tertulis bahwa janda beliau Jayadewi memerintah setelah beliau mangkat tetapi gagal mengetahui gerakan separatis yang menentang kekuasaannya selama hidup.
Segeran setelah tahun 706 negeri Chenla terpecah menjadi dua bagian yaitu Chenla Daratan yang beribukota di Shambhupura (sambor) dan Chenla Pesisir yang beribukota di Vyandharapura. Di Chenla Pesisir setelah Jayawarman I mangkat, ada dua dinasti yang berusaha mendapatkan keungulan yaitu dinasti Bulan di Aninditapura dari keluarga Baladitya dan dinasti Matahari di Sambhupura. Kerajaan Baladityapura yang telah ditaklukan oleh oleh isanawarman, telah dibina lagi oleh Nrepatindrawarman yang memerintah sebagai raja. Ibu kotanya diperkirakan di Angkor Borei. Seorang puteri raja dari Sambhupura kawin dengan Pushkaraksa, anak laki-laki dari Nrepatindrawarman. Pushkaraksa kemudian menjadi raja di Sambhupura. Pernikahan itu ternyata merupakan penaklukan secara terselubung dan akhirnya dinasti Bulan yang berkuasa. Di Sambhupura Pushkaraksa diterima menjadi raja dengan gelar Rajendrawarman I. Pada akhir abad ini Chenla Pesisir diserang oleh perompak-perompak melayu dari jawa .
Jayawarman II yang memerintah pada tahun 802 merupakan pendiri kerajaan Khmer, beliau adalah cicit dari Nrepatindrawarman tetapi bukan termsuk garis keturunan Rajendrawarman I. Jayawarman II adalah seorang pangeran yang pernah tinggal di lingkungan dinasti syailendra di jawa, mengpa Jayawarman berada di jawa belum diketahui jelas sebabnya. Ada yang mengatakan bahwa beliau di jawa untuk menimba ilmu tetapi ada juga yang mengatakan neliau berada di jawa untuk berlindung selama terjadi kekacauan di Chenla. Hal-hal besar dalam pemerintahannya terdapat dalam prasasti abad XI, pada batu Sdok Kak Thom. Ketika Jayawarman telah berkuasa di kerajaan, beliau menyelenggarakan upacara khusus untuk memproklamirkan kemerdekaannya. Beliau memulai masa pemerintahannya dengan mendirikan ibu kota yang diberi nama Indrapura, di timur kompong Cham di dataran rendah mekong. Disana beliau menugasskan seorang Brahmana, Siwakaiwalya menjadi pendeta pertama yang didirikan sebagai agama resmi. Dewa-Raja itulah bentuk siwaisme yang terpusat pada pemujaan sebuah Lingga. Tempat sucinya di puncak suatu candi pegunungan, yang berada di tengah ibu kota dan di anggap sebagai poros dunia. Sistem Dewa-Raja yang dianut oleh Jayawarman II dan dilihat dari segi bagunan yang telah yang telah dibuatnya itu merupaka campuran dari budaya jawa.
Jayawarman II memindahkan ibu kotanya dari Indrapura ke Hariharalaya kemudian berpindah lagi ke Amarendrapura dan akhirnya beliau pindah ke Phnom Kulen di bukit-bukit kulen (Mahendraparwata). Pada masa pemerintahannya beliau membangun tempat suci berbentuk piramide, pada puncaknya merupakan puncak dunia. Sebelum Jayawarman II mangkat, beliau kembali ke Hariharalaya dan selama beberapa waktu penganti-pengantinya terus bermukim di Hariharalaya.
Jayawarman III, memerintah pada tahun 850-877. Beliau merupakan putera dari Jayawarman II yang dikenal sebagai pemburu gajah. Banyak bangunan berasal ddari pemerintahannya tetapi tidak di temukan adanya prasasti.
Indrawarman I, memerintah pada tahun 877-889. beliau adalah pendiri bangunan Bakong, Candi Batu Besar pertama dalam gaya agung. Bersama-sama rman pembangunan Kuil Preah ko, yang didirikannya dan Loley yang didirikan puteranya Yasowarman I.
Yasowarman I, memerintah pada tahun 889-900.  Beliau adalah pendiri kota pertama Angkor yang kemudian berganti nama Yasondharapura untuk melebihi candi yang di buat oleh ayahnya, Bakong. Beliau memilih bukit alam Phnom Bakheng untuk mendirikan candinya, pembuatannya disertai sistem irigasi air yang baik dan kolam-kolam yang merupakan hasil karya yang luar biasa. Sedikit yang dapat kita ketahui tentang sejarah kerajaannya. Perluasan daerah Yasawarman melebihi yang dilakukan oleh jayawarman. Prasasti-prasastinya berisi tentang penghormatan penuh kepada beliau sebagai pejuang.
Jayawarman VI, memerintah pada tahun 928-942. Beliau dikenal sebagai perabut tahta yang menaklukkan Yasondharapura dan beliau mendirikan inu kota baru di Koh Ker. Beliau digantikan oleh puteranya Harshawarman II,yang memerintah pada tahun 942-944.keterangan tentang pemerintahan Harshawarman tidak diketahui.
Rajendrawarman II, memerintah pada tahun 944-968. Beliau menurunkan Harshawarman II dan mengembalikan ibu kota ke Yashondharapura (Angkor). Meskipun beliau seorang siwaite tetapi prasasti-prasastinya memperlihatkan praktek agama yang bermacam-macam. Dan sangat toleran.
Raja terakhir abad itu adalah Jayawarman V yang memerintah pada tahun 968-1001. Beliau menyempurnakan dan mengabdikan sebuah candi Khmer yang indah, Banteay Srei atau yang lebih dikenal dengan sebutan ”Benteng Wanita”.
Dalam abad IX dan X, siwaisme sangat berpengaruh dan menjelang abad XII waisnawisme cukup kuat mengilhami bangunan-bangunan besar. Tetapi Budhisme juga masih punya pengikut karena semua agama ini merupakan agama import dari negeri asing. Jadi mereka mengambil intinya dari ajaran agama itu untuk bertahan dalam toleransi.

  1. Dari 1001 sampai Angkor ditinggalkan tahun 1432

Raja pertama yang memerintah pada abad ini adalah Udayadityawarman I memerintah pada tahun 1001-1002, beliau dijuluki sebagai “seorang raja setan yang terbang melintasi tahta’.
Suryawarman I, memerintah pada tahun 1002-1050, tidak ada bukti sehubungan dengan lenyapnya Udayadityawarman I maupun naik tahtanya Suryawarman I. dalam sebuah prasasti digambarkan Suryawarman mencapai tahta dengan pedangnya yang “membelah lingkaran kepungan musuh-musuh”. Dua bangunan Suryawarman yang sangat terkenal, Phimean Kas (istana candi) dan Ta Keo yang telah dimulai dari zaman Jayawarman V. Ta Keo adalah candi Khmer yang dibangun dengan Batu pasir yang dikelilingi oleh lima menara.
Udayatdityawarman II, pemerintahanya pada tahun 1050-1066, pada masa ini adalah masa yang menanjak dalam peperangan orang-orang Khmer. Perang yang pertama pecah jauh di selatan disebabkan oleh gangguan Cham dari daerah Pandurungan yang di kuasai oleh Raja Jaya Parameswarawarman. Peperangan selanjutnya terjadi di barat laut, dipimpin oleh Jendral Kamvau yang mengancam ibu kota tetapi dikalahkan oleh Sangrama. Ada yang berpendapat bahwa munggkin peperangan itu sebagai hasil daripada permusuhan raja dengen Budhisme.
Harshawarman III, memerintah pada tahun 1066-1080. Adik Udayadityawarman II, mencoba memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat dari perang dari masa sebelumnya. Beliau adalh raja yang cinta damai tetapi akhirnya waktu melawanya. Beliau turun dari tahta oleh suatu pemberontakan yang di pimpin oleh seorang bangsawan bernama Jayawarman, bukan dari keluarga raja tetapi merupakan putera dari seorang raja tuan tanah.
Jayawarman VI yang memerintah pada tahun 1080-1107 mendirikan dinasti baru, pemerintahanyapenuh kesulitan. Anggota-anggota keluarga Harshawarman III bangkit dan melakukan pemberontakan.
Beliau digantikan oleh kakaknya Dharanidrawarman I yang memerintah pada tahun 1107-1113. Beliau merupakan seseorang yang telah berusia lanjut yang telah memasuki asrama tempat orang suci. Sebuah prsasti mencatat beliau memerintah dengan hati-hatitetapi beliau tidak mampu menundukkan pemberontakan yang berlangsung. Tugas ini dijalankan oleh sepupunya dari pihak ibu, seorang pemuda yang penuh ambisi yang menghancurkan istan Harshawarman III dan menurunkan Daranindrawarman  I dengan kelemadannya setelah itu beliau di nobatkan sebagai raja dengan nama Suryawarman II.
Suryawarman II yang memerintah pada tahun 1113-1150 menjadi raja yang sangat berkuasa dalam sejarah Khmer, beliau adalah keponakan Jayawarman VI. Coedes mengomentari, ”kenaikannya bersamaan dengan kematian Jaya Indrawarman II di Champa dan Kyanzittha di Pagan”. Suryawarman II adalah raja Kamboja pertama sejak Suryawarman masuk ke dalam hubungab diplomatik dengan Cina. Dutanya yang pertama diterima di Cina tahun 1116. yang kedua muncul dalam tahun 1120. delapan tahun kemudian ketika yang ketiga tiba, kaisar menganugrahkan gelar tinggi kepada raja Chenla. Antara tahun 1136 dan 1147 terjadi perundingan tentang kesulitan-kesulitan perdagangan yang telah di p[utuskan secara damai. Suryawarman II sebagai pendiri Angkor Wat dan jago perang. Dengan pengecualian Banteay Khmer di kaki pegunungan Dangkrek sekitar seratus mile dari barat laut Angkor, yang dunia.
Kurun waktu sejak kemetiannya sampai naik tahtanya Jayawarman VII sangat tidak jelas. Tidak ada prasasti dewasa ini dan keterangan-keterangan mengenai hal itu. Dalam tahun 1160 beliau digantikan oleh puteranyaYasowaraman II, tetapi bukan pewaris tahta yang sesunguhnya (sah). Putera sulungnya pergi ke Champa sebagai orang buangan dengan sukarela. Beliau penganut buddha, yang memiliki pandangan hidup lebih menarik diri daripada menyebabkan perang saudara.
Yasowarman II, memerintah pada tahun 1160-1165/1166. pemerintahannya berjalan singkat dan mengalami dua kali pemberontakan. Yang pertama pemberontakan Rahu, yaitu pemberontakan para petani menentang kekejaman yang mereka derita akibat keborosan Suryawarman II. Yang kedua dipimpin oleh Tribuanadityawarman yang mengakibatkan Yasowarman harus membayar dengan tahta dan jiwanya. Ketika Jayawarman mendengar timbulnya pemberontakan beliau cepat-cepat kembali untuk menolong saudaranya. Tetapi beliau sudah terlambat. Beliau mendapatkan sudah mati dan si perebut mahkota sudah naik tahta.
Jaya indrawarman IV, memerintah pada tahun 1167-1177. raja dari Chamapa semulai serentetan serangan terhadap kamboja, serangan dibatasi pada diperbatasan. Tetapi tahun 1177, karena gagal mendapatkan sejumlah kuda untuk serangan besar, mereka berbalik menyerang dari laut dengan hasil dikuasainya dan dihancurkannya Angkor. Pemerintahan jatuh dan pemerintahan pusat jatuh dan meluas.
Jayawarman keluar dari tempatnya dan menghadapi situasi itu. Mula-mula beliau berhadapan dengan Cham. Perang laut yang besar yang di ikuti tertulis di tembok Bayon, kuburannya sendiri dan di Banteay Chmar. Dan berikutnya beliau menundukkan negerinya sendiri agar setia.
Jayawarman VII, memerintah pada tahun 1181-1218. Belaiu menegakkan kekuasaannya dengan kokoh. Dan merayakan penobatannya sebagai raja di Angkor. Tetapi segera setelah itu terjadi pemberontakan dari negeri jajahan kerajaan Maliang di bagian selatan tetapi pada akhirnya mereka menyerah. Penaklukan Champa adalah hasil militer terbesar pemerintahan jayawarman VII. Ibukoya baru yang dibangun oleh Jayawarman VII adalah Angkot Thom. Ditengah tengah kota, karena raja adlha pengikut buddha mahayana, dibangun sebuah kuil (candi). Sebuah candi berbentuk piramid sebagian besar engahnya dihiasi dengan menara emas yang menyangga empat wajah manusia besar-besar. Wajah-wajah itu merupakan potret jayawarman dalam bentuk siluman dari Awalokiteswara, seseorang bodhisatwa mahayana (lokeswara). Jayawarman VII melanjutkan proses pemujaan buddha raja yang berpusat di bayon. Beliau membangu jalan-jalan besar di ibukota. Disamping jalan ini dibangun 121 tempat peristirahatan dan 102 rumah sakit. Jayawarman VII mungkin raja terbesar diantar raja-raja di khmer, pemerintahannya melukiskan puncak kejayaan tetapi beliau memiskinkan rakyat rakyatnya dengan pejak yang berat, kerja paksa dan menjadi tentara.
Sejarah Khmer selama sisa waktu abad ke-XIII sulit didapat. Tidak ada raja besar amujncul setelah jayawarman VII. Dan banyak karyanya lenyap setelah kematiannya. Salah satu pengganti jayawarman adalah indrawarman II. Yang meninggal pada tahun 1243.
Jayawarman VIII, memerintah pada tahun 1243-1295. mempunyai masa perintahan terpanjang. Jayawarman bertanggung jawab atas patung-patung buddha yang telah didirikan oleh pendahulunya. Dibawah keepemimpinan beliau, dominasi para brahmana ditegakkan lagi. Jayawarman VIII berhasil menguasai T’AI yang dewasa ini bernama kerajaan Siam. Beliau membuat keributan dengan mengacuhkan permintaan mongol untuk membayar dan menawan utusa Khubilai Khan.
Indrawarman III, memerintah pada tahun 1295-1297. beliau adakah seorang serdadu yang mengawini putri jayawarman VIII dan merampas kekuasaan negara dengan menggulingkan mertuanya dan memenjarakan pewaris tahta yang syah. Indrawarman memasukkan dengan sering muncul dijalan-jalan dihadapan rakyat ramai, beliau juga membuat perombakan politik. Indrawarman III menyambut utusan mongol dengan jamuan kehormatan dan membayar upeti. Beliau juga mampu menahan serangan T’ai dan mengurangi bahaya.
Sedikit diketahui tentang pemerintah dua orang pengganti Indrawarman, yaitu Indrajayawarman yang memerintah pada tahun 1308-1327 dan Jayawarman parameswara yang memerintah pada tahun 1327-? . yang kedua ini adalah raja terakhir yang disebut dalam prasasti-prasasti sebagai eaja Kamboja dan tahun akhir pemerintahannya tidak diketahui.
Kerajaan tetangga dari barat, yaitu kerajaa T’ai yang pertama dari Sukhothai telah ditaklukkan oleh kerajaan T’ai yang lain, yaitu Ayutaya. Antara tahun 1350 terjadi perang yang tak henti-hentinya antara T’ai dan Khmer, Angkor direbut Siam pada tahun 1431. Tahun 1414 Khmer mengadu kepada Cina bahwa Cham menyerang dan menghalangi pengiriman utusan ke Istana Kaisar. Khmer tidak menunjukkan kelemahan pada saat di serang oleh Cham tetapi Khmer (Angkor) jatuh dikarenakan ketidaksetiaan. Seorang bangsawan Sian telah di naikkan tahta sebagai raja boneka sedangkan putera Kamboja yang berhak menyandang mahkota mengatur usaha pembunuhan dan kemudian Ia sendiri di nobatkan sebagai raja di Angkor. Angkor Thom tidak di anggap aman sebagai Ibukota sehingga beliau memindahkan ibukotanya pada tahun 1432, yang pertama ke Basan di propinsi Srei Santhor di sebelah timur Mekong dan tahun 1434 ke Phnom Penh. Pengosongan Angkor akhirnya menghetikan masa kejayaan kebudayaan Khmer.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar